Badai Menimpa Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumenep Akibat Ulah Mr X

- Editorial Team

Kamis, 23 Mei 2024 - 01:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com Dunia pendidikan kini tak lagi hanya fokus pada nilai semata, tapi juga menanamkan karakter kepribadian pada diri siswa. Namun ditahun 2024 dunia pendidikan di lingkungan pemerintah Kabupaten Sumenep diambang kemerosotan moral akibat ulah Mr.X, (oknum Guru PNS yang melakukan tindakan tidak senonoh terhadap anak didiknya begitu juga dengan ulah Oknum Kepala Sekolah (PNS)dan oknum Guru PPPK) dengan adanya cinta terlarang .

Viralnya problema tersebut di media sosial membuat netizen dan masyarakat semakin geram degan ulah Mr X. yang mana, seharusnya seorang pendidik dan pemimpin memberikan edukasi serta contoh suri tauladan yang baik dan lebih lebih menjunjung tinggi azas moral perikemanusiaan yang tertanam pada UUD 1945 serta pendidikan berkarakter

sebagai dasar kurikulum pendidikan sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendidikan karakter/kepribadian terdapat suatu tindakan yang mendidik dan diperuntukkan bagi generasi selanjutnya, dimana dalam Tujuan pendidikan karakter untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik.

Baca Juga:  Dampak Positif dan Negatif Pemotongan Anggaran oleh Pemerintah Pusat bagi Daerah

Namun dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter khususnya di Kab. Sumenep sudah gagal karena diciderai oleh Mr X diatas yang telah melakukan hal tidak senonoh. perbuatan tercela tersebut meninggalkan bekas luka didunia pendidikan dan menjadi obrolan sampah masyarakat.

Wakil Ketua DPD PWRI JATIM , Ridwan Sutarjo angkat bicara , Seharusnya seorang pendidik, kepala sekolah Memberikan Contoh suri tauladan atau Fungsi Sebagai Pemimpin di Sekolah, mengimplementasikan pendidikan berkarakter, Memegang Peranan Penting dan Krusial untuk Menjadi Penentu arah Kebijakan dan Pengarah dalam Melaksanakan Pendidikan di Lingkungan Sekolah, tuturnya, Rabu (22/05/2024)

” Ini Failures, ini sebuah Penyimpangan Etis dan Defisit Integritas, semestinya seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab yang besar, dan tindakan menentukan etika dilingkungan sekolah. Ketika para pemimpin menunjukkan kurangnya integritas, baik melalui ketidakjujuran, penyimpangan etika, atau pengabaian terhadap prinsip-prinsip moral, pengikisan kepercayaan dan kredibilitas, baik secara internal maupun eksternal. Dampak dari kegagalan etika bisa sangat besar, menodai reputasi dunia pendidikan , menurunkan moral para pendidik dan peserta didik, dan membahayakan kelangsungan hidup dalam jangka panjang, Tegas Mantan Presma STIBA Malang 2001-2003.

Akibat perbuatan oknum tersebut telah Mencoreng muka Dunia Pendidikan di Kabupaten sumenep. Maka perlu ada Sanksi dari Institusi Pemkab Sumenep sebagai Pembina Layanan Pendidikan agar tidak Menimbulkan Menurunnya Kinerja dan Citra Lembaga. Dan saya sangat mengapresiasi apa yang menjadi langkah utama dan statement bagi Dewan Pendidikan Kab. Sumenep, yang terlansir dibeberapa media online Sumenep, yang mana saat ini melakukan investigasi atau penelusuran secara intensif terkait tindakan amoral Mr X tersebut diatas, sambung

” Kondisi dunia pendidikan di sumenep memprihatinkan, kemungkinan akibat musim El Nino, sergah Ridwan sambil tersenyum”

”Pendidikan di sumenep sudah saatnya harus dibenahi, harus ditingkatkan pengawasannya agar jangan lagi terjadi hal yang memalukan menimpa dunia pendidikan di Sumenep,” jelasnya.

“ Pendidikan salah satu indikator maju tidaknya atau baik buruknya suatu daerah maupun generasi ke depannya,” katanya lagi.

Bupati Sumenep dan Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, harus segera menangani serius terkait dunia pendidikan yang berkali-kali tercoreng oleh ulah tenaga pengajar sendiri, mengevaluasi pengawasan dan pembinaan, imbuhnya.

” Pemkab Sumenep harus lebih selektif lagi diperhatikan aspek psikologisnya tenaga pendidik. Lebih lebih, Kepala Dinas Pendidikan ketika merotasi tenaga pendidik dan Kepala Sekolah Dasar dan Menengah, jangan asal terima usulan dan tanda tangan SK, perhatikan semua sisi seperti psikologisnya, kelakuannya, latar belakangnya demi meminimalisir terjadinya kasus yang mencoreng dunia pendidikan yang dilakukan oleh Mr X sebelumnnya ,” katanya.

Ridwan mengharap Bupati Sumenep Kepala Dinas Pendidikan Sumenep sudah saatnya memperbanyak kegiatan pembinaan dan test psikologis terhadap guru dan kepala sekolah untuk peningkatan SDM tenaga pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SUMENEP PENTAHELIX, BERANIKAH PEMKAB ARAHKAN SEMUA CSR UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM?
Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa
KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas
Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep
“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”
Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik
Balon Sekda di Ujung Pensiun, Antara Sah Regulasi dan Abai Nalar Anggaran
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:47 WIB

SUMENEP PENTAHELIX, BERANIKAH PEMKAB ARAHKAN SEMUA CSR UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM?

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:11 WIB

Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:00 WIB

KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep

Berita Terbaru