MEMPERINGATI HARI SANTRI DI SEKOLAH PINGGIRAN SDN PANAONGAN III PASONGSONGAN

- Editorial Team

Selasa, 22 Oktober 2024 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, dapurpos.com/ – Hari Santri adalah momen yang sangat spesial dan diperingati tiap tahun sejak Tahun 2015 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 22 Tahun 2015 pada tanggal 15 Oktober 2015. Hari santri merupakan bentuk penghargaan dari negara dan pemerintah dalam hal ini, terhadap jasa dan perjuangan para santri waktu jaman pergerakan dulu. Dimana lewat resolusi jihad yang di fatwakan KH. Hasyim Asy’ari, maka perjuangan dari semua elemen Masyarakat serentak mengangkat senjata melawan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) atau Pemerintahan Sipil Hindia Belanda. Dan puncak dari pergerakan tersebut adalah peristiwa heroik perlawanan dari Masyarakat Surabaya pada tanggal 10 Nopember, hingga menewaskan Jenderal Mallaby yang kemudian kita kenal dengan Hari Pahlawan saat ini.

Baca Juga:  Hari Sumpah Pemuda, Kaban Drs Achmad Dzulkarnain MH : Sebagai Pemuda Harus Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Untuk mengenang kembali serta mewariskan sejarah perjuangan bangsa. Maka SDN Panaongan III melaksanakan upacara bendera untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun 2024. (Selasa, 22 Oktober 2024).

Bertindak selaku Pembina upacara adalah Agus Sugianto, S.Pd selaku Kepala Sekolah di sekolah yang terletak di pinggiran tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam amanahnya kepala sekolah berkaca mata minus dan selalu memakai blangkon ini. Menceritakan rangkaian peristiwa heroik perlawanan para pahlawan bangsa ketika melawan bangsa penjajah Belanda dan Jepang, hingga bangsa Indonesia Merdeka.

“ Kita haruslah bangga karena terlahir menjadi bangsa Indonesia. Karena satu-satunya bangsa di dunia yang Merdeka dengan cara merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah adalah Bangsa Indonesia. Sedangkan bangsa-bangsa lainnya, kemerdekaan yang diperolehnya adalah hadiah dari kaum penjajah”. Terangnya berapi-api.

Lebih jauh kepala sekolah yang juga guru penggerak sekaligus sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan ini menjelaskan, bahwa resolusi jihad ternyata memantik perlawanan hampir di seluruh Indonesia. Resolusi Jihad memicu perang selama 4 hari di Surabaya yang menewaskan Jenderal Mallaby. Kemudian di Ambarawa Jawa Tengah terjadi pertempuran dari tanggal 20 November sampai 15 Desember 1945 antara pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melawan tentara sekutu Inggris. Yang kita kenal dengan pertempuran Ambarawa. Di Jawa Barat kemudian terjadi peristiwa Bandung Lautan Api, Dimana rakyat Bandung menolak kehadiran NICA untuk melucuti tentara Jepang waktu itu. Rangkaian peristiwa pertempuran tersebut terjadi setelah dikeluarkannya resolusi jihad atau Fatwa Jihad.

“ Sekarang tongkat estafet perjuangan ada di Pundak kalian. Apa yang harus kamu perangi saat ini?. Yang harus kamu perangi saat ini adalah kebodohan dan kemiskinan. Karena itu rajin dan giatlah belajar. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Sehingga kelak kau bisa memberikan sumbangsihmu sebagai santri, sebagai murid untuk kemajuan bangsa dan negaramu “. Pungkasnya di akhir Amanah.

Upacara berjalan tertib dan khidmad. Pembacaan doa merupakan rangkaian penutup pada upacara memperingati Hari Santri tahun 2024 di sekolah yang terletak di Dusun Campaka Desa Panaongan Kec. Pasongsongan Sumenep.

Baca Juga:  Bantu Pemulangan Jenazah Gratis ke Kampung Halaman, Ambulans Nia Kurnia Fauzi Tunjukkan Solidaritas Kemanusiaan
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru