Pemkab Sumenep Bantu Korban Perahu Karam PLM Lorena di Situbondo

- Editorial Team

Senin, 9 Desember 2024 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, dapurpos.com/ – Pemerintah Kabupaten Sumenep bergerak cepat untuk membantu korban kecelakaan perahu yang karam di perairan Situbondo, Jawa Timur, yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2024. Kecelakaan ini menewaskan beberapa orang dan menyebabkan banyak korban selamat yang kini tengah dirawat di rumah sakit terdekat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan, Yayak Nurwahyudi, mengungkapkan bahwa para korban telah dikelompokkan ke dalam empat klaster berdasarkan kondisi masing-masing.

“Setelah proses identifikasi selesai semalam, ada empat klaster korban perahu karam,” ujar Yayak Nurwahyudi, Senin (9/12/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klaster pertama mencakup dua korban meninggal dunia. Salah satu korban dimakamkan di Pulau Sapudi, sementara satu lainnya dimakamkan di Situbondo. Klaster kedua terdiri dari satu korban, yang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Asembagus dalam kondisi kritis.

“Namun, korban tersebut tidak ingin dirawat inap,” tambahnya.

Klaster ketiga adalah korban yang langsung melanjutkan perjalanan sesuai rencana awal setelah dijemput oleh keluarga masing-masing.

Baca Juga:  Penguatan Layanan Posyandu, Dinkes P2KB Sumenep Gelar Advokasi dan Koordinasi 6 SPM Kesehatan

Yayak menjelaskan bahwa Pemkab Sumenep telah memberikan dukungan penuh, termasuk menyediakan fasilitas transportasi dan bantuan biaya pemakaman.

“Pemkab Sumenep telah membackup penuh kebutuhan korban, mulai dari ambulans, sewa perahu, hingga biaya pemakaman dan pemeriksaan kesehatan awal,” jelasnya.

Sementara itu, klaster keempat mencakup satu korban hilang yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Hari ini Basarnas masih melakukan pencarian terhadap korban hilang, Mahnia (65) Perempuan, warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam,” ungkapnya.

Dengan identifikasi yang telah rampung, diharapkan para keluarga korban dapat menerima kepastian dan dukungan yang maksimal dari pihak berwenang.

“Pemerintah terus berupaya menangani dampak tragedi ini dengan cepat dan terkoordinasi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan
Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat
Tak Mau Bergantung pada Bantuan dari Darat, Warga Pagerungan Besar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi
APBD 2026 Dikebut, Pemkab Sumenep Tekan OPD Percepat Belanja dan PAD
Dana Gaji Sudah Dicairkan Tunai, Mengapa Perangkat Desa Pagerungan Besar Belum Dibayar 9 Bulan?
Bappeda Sumenep Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah
Bappeda Sumenep Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat

Rabu, 30 September 2026 - 16:49 WIB

QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi

Senin, 28 September 2026 - 15:56 WIB

APBD 2026 Dikebut, Pemkab Sumenep Tekan OPD Percepat Belanja dan PAD

Senin, 28 September 2026 - 15:48 WIB

Dana Gaji Sudah Dicairkan Tunai, Mengapa Perangkat Desa Pagerungan Besar Belum Dibayar 9 Bulan?

Berita Terbaru