Isu Dugaan Korupsi Kapitasi Dinas Kesehatan Sumenep, Dr Ellya Bantah Berita Tersebut

- Editorial Team

Jumat, 17 Januari 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, dapurpos.com/ – Berita Isu dugaan pemotongan dana kapitasi senilai Rp 84 miliar, yang menyeret Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep menuai perhatian publik. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang mencoreng nama baiknya.

“Dana kapitasi itu langsung ditransfer dari BPJS Kesehatan ke rekening masing-masing puskesmas. Tidak ada celah untuk memotong dana tersebut. Tuduhan ini fitnah yang menyerang pribadi saya,” kata drg. Ellya kepada sejumlah pewarta. Kamis (16/1/2025).

Dana kapitasi yang mencapai sekitar Rp 84 miliar setiap tahun dialokasikan untuk 30 puskesmas di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan data, sejak Januari 2025, seluruh puskesmas telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memberikan otonomi penuh dalam pengelolaan keuangan dan operasional mereka.

Menurut drg. Ellya, status BLUD ini memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kapitasi. Namun, ia tidak menampik bahwa isu pemotongan dana kerap dikaitkan dengan kebijakan internal di tingkat puskesmas.

“Kalaupun ada keluhan mengenai pengelolaan dana untuk tenaga sukarelawan, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen puskesmas masing-masing. Namun, kami tetap memonitor dan memastikan semua berjalan sesuai regulasi,” tegasnya.

Terkait tuduhan pemotongan dana sejak 2018, drg. Ellya menegaskan bahwa ia baru menjabat sebagai Kepala Dinkes sejak Maret 2024. Sebelumnya, ia bertugas sebagai dokter puskesmas dan kepala bidang di Dinkes.

“Semua penggunaan dana kapitasi sudah diaudit dan dilaporkan secara transparan. Tidak ada sepeserpun dana yang dialihkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu,” katanya.

Ia menambahkan, tuduhan ini merupakan upaya untuk menjatuhkan citra dirinya dan institusi yang ia pimpin.

“Tuduhan ini tidak berdasar. Kami akan terus bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumenep,” pungkasnya. (Jar/red).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru