Masyuni Ramadhan Ingatkan: Polisi Bukan Tangan Besi, DPRD Harus Lebih Merakyat

- Editorial Team

Senin, 1 September 2025 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM Manager Keraton Langit Sumenep, Masyuni Ramadhan, S.M, menyuarakan keprihatinan sekaligus seruan moral kepada para pemangku kepentingan di Sumenep usai wafatnya Affan Kurniawan. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh dijawab dengan kekerasan.

“Suara rakyat jangan sampai dibalas dengan kekerasan, melainkan ditampung dengan kasih sayang dan kebijakan yang adil,” ungkapnya.(1/9)

Ramadhan mendorong DPRD Sumenep tampil dengan wajah baru: sederhana, merakyat, dan bebas dari citra kemewahan. Ia menawarkan gagasan “Rembug Sumenep” yang melibatkan ulama, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga buruh agar para wakil rakyat duduk sejajar dengan rakyat. Nilai-nilai kearifan lokal bhuppa’, bhabbu’, ghuru, rato ditegaskannya sebagai kompas moral dalam menjalankan amanah.

Kepada aparat kepolisian, ia menekankan bahwa polisi adalah pelayan rakyat, bukan simbol ketakutan. Polres Sumenep diharapkan menampilkan sikap ramah, sabar, bijak, serta mengedepankan dialog kultural berbasis falsafah Madura. “Jangan sampai perintah menjaga ketertiban justru menimbulkan luka sosial,” ujarnya tegas.

Baca Juga:  RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Terus Tingkatkan Komitmen Pelayanan Kesehatan PP

Bagi Pemkab Sumenep, ia mendesak agar bupati dan jajaran turun langsung ke masyarakat, bukan hanya memantau dari balik meja. Ia menekankan pentingnya dialog terbuka, penyampaian aspirasi rakyat ke pemerintah pusat, serta teladan kesederhanaan dan transparansi anggaran.

Tak hanya kepada pejabat, Ramadhan juga menyeru masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai: doa bersama, mimbar bebas, forum diskusi, tanpa merusak fasilitas publik.

“Gedung dan jalan yang kita rusak adalah milik kita sendiri. Jika kita merusaknya, kitalah yang paling dulu menanggung akibatnya,” pesannya.

Di akhir pernyataannya, Ramadhan menyampaikan harapan besar: agar Sumenep mampu menjadi pelita di tengah situasi bangsa yang gelap, dengan keberanian mendengar, keadilan, dan kebijaksanaan yang merangkul semua kalangan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru