Skandal Perselingkuhan di Dunia Pendidikan Sumenep, Moralitas Dipertanyakan

- Editorial Team

Rabu, 17 September 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hanya ilustrasi

Foto hanya ilustrasi

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep kembali tercoreng. Bukan oleh rendahnya capaian akademik siswa, melainkan oleh isu perselingkuhan yang menyeret oknum kepala sekolah dasar dan seorang guru di salah satu kecamatan di jantung kota. Kabar itu dengan cepat merebak, menjadi bahan obrolan hangat di warung kopi hingga grup WhatsApp warga.

Menurut kesaksian masyarakat sekitar, keduanya kerap terlihat berduaan di ruang sekolah, bahkan di luar jam kerja. Gestur mesra yang tak pantas diperlihatkan di lingkungan pendidikan menimbulkan keresahan.

“Kalau dibiarkan, rusak citra sekolah. Anak-anak jadi korban,” tegas seorang warga dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini menegaskan rapuhnya moralitas sebagian pengelola sekolah. Pendidik yang semestinya menjadi teladan justru mempertontonkan perilaku yang melukai marwah institusi pendidikan. Tak mengherankan bila desakan warga untuk melakukan penggerebekan maupun melaporkan kasus ini ke Dinas Pendidikan semakin kuat.

Baca Juga:  GANDENG TIKTOKER KONDANG SDN PANAONGAN III EDUKASI SISWA UNTUK BIJAK BERSOSMED

Lebih jauh, kasus ini membuka pertanyaan serius: masihkah integritas dan etika menjadi fondasi utama tenaga pendidik? Di tengah harapan masyarakat agar sekolah menjadi ruang pembentukan karakter, justru muncul contoh buruk dari mereka yang semestinya digugu dan ditiru.

Baca Juga:  Disdik Sumenep Tegaskan Pengelolaan Dana BOSP Harus Sesuai Juknis dan Berbasis Kebutuhan Sekolah

Jika persoalan semacam ini tidak ditangani dengan tegas, dunia pendidikan di Sumenep dikhawatirkan akan terus digelayuti skandal yang merusak, alih-alih menorehkan prestasi. Dinas Pendidikan bersama pemangku kebijakan terkait perlu segera turun tangan, agar kepercayaan publik terhadap lembaga sekolah tidak semakin luntur.

Baca Juga:  Telah di Buka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Yayasan Ar-Rahman Sumber Padang Gadu Timur Ganding Sumenep.
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD
Hak Siswa Dipertanyakan, Wali Murid Soroti Distribusi Buku Pembelajaran Utama di SDN 112 Metatu
Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Senin, 28 September 2026 - 19:42 WIB

Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 

Sabtu, 26 September 2026 - 14:48 WIB

SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI

Minggu, 20 September 2026 - 15:49 WIB

Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Eks Sport Center Sumenep Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat, Tapi 60 Persen Lahannya Masih Berstatus LSD

Berita Terbaru