Bencana Terdahsyat Tahun Ini: 442 Meninggal, 402 Hilang akibat Banjir dan Longsor di Sumatera

- Editorial Team

Senin, 1 Desember 2025 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, MEDAN — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban akibat banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Minggu (30/11), jumlah korban jiwa terus bertambah, dengan total 442 orang meninggal dunia dan 402 lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut bencana ini sebagai salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa Sumatra Utara merupakan daerah yang terdampak paling berat, baik dari sisi kerusakan maupun jumlah korban.

“Situasinya sangat memprihatinkan. Tim gabungan masih bekerja keras melakukan evakuasi dan pencarian warga yang hilang,” ujar Suharyanto dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, wilayah Sumatra Barat dilaporkan lebih cepat mengalami pemulihan dibanding Aceh dan Sumatra Utara. Ketersediaan akses logistik dan jalur darat menjadi salah satu faktor yang mempercepat proses penanganan.

Baca Juga:  Forpimka Batang-Batang Gelar Monev Dana Desa, Camat Mujib: Transparansi dan Akuntabilitas Harus Jadi Prioritas

BNPB juga telah mengerahkan personel tambahan dari berbagai instansi termasuk TNI, Polri, Basarnas, relawan nasional, dan organisasi kemanusiaan. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, tenda, selimut, hingga fasilitas kesehatan darurat telah didistribusikan ke lokasi terdampak.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep, Sosialisasi Pajak Non Tunai dan Penyerahan SPPT,DKHP,PBB-P2 2024 di Kecamatan Kangayan

Meski begitu, Suharyanto menegaskan bahwa medan yang sulit dan tingginya curah hujan masih menjadi hambatan utama proses pencarian korban.

“Kami meminta masyarakat tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Pemerintah pusat saat ini juga tengah menyiapkan kebijakan status tanggap darurat nasional, mengingat skala kerusakan dan jumlah korban yang terus meningkat.

Baca Juga:  Gelar Seminar Public Speaking HAMD PUBLIC SPEAKING Gandeng BEM FKIP UNISMA Malang.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Pemerintah mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah aliran sungai dan lereng bukit agar segera mengungsi ketika kondisi cuaca menunjukkan potensi bahaya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru