Pemkab Sumenep Dorong Program HDDAP, Perkuat Transformasi Pertanian Lahan Kering

- Editorial Team

Kamis, 16 April 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong pelaksanaan Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) sebagai motor penggerak transformasi sektor pertanian berkelanjutan, khususnya di wilayah lahan kering.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan bahwa HDDAP memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“HDDAP merupakan program yang memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wabup di sela Rapat Koordinasi HDDAP di Kantor Bupati, Kamis (16/04/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program HDDAP mengusung pendekatan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

Baca Juga:  Syukuran 17 Agustus di Sumenep Disorot: Panitia Dinilai Abai, Sejumlah Undangan Tak Kebagian Tumpeng

Pemerintah daerah berharap implementasi program ini mampu menghadirkan perubahan nyata di sektor pertanian melalui penerapan teknologi modern yang berdampak pada peningkatan kualitas dan daya saing produk hortikultura.

“Kami berharap HDDAP memberikan kontribusi nyata melalui penerapan teknologi pertanian, sehingga menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas,” katanya.

Sumenep sendiri menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan program tersebut, dengan tiga komoditas utama sebagai sasaran prioritas, yakni pisang, bawang merah, dan cabai.

Ketiga komoditas itu tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Batuputih untuk komoditas pisang, Kecamatan Ambunten dan Rubaru untuk cabai, serta Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk bawang merah.

Baca Juga:  Tugas dan Fungsi Jurnalis dalam Kemajuan Pariwisata Daerah

Berdasarkan data, pengembangan komoditas pisang di Kecamatan Batuputih terbagi dalam dua klaster dengan total luas lahan mencapai 32,53 hektare. Sementara bawang merah terbentuk dalam empat klaster di Kecamatan Guluk-Guluk dengan luas 49,77 hektare serta tujuh klaster di Kecamatan Pasongsongan dengan luas 53,94 hektare.

Adapun komoditas cabai rawit dikembangkan dalam dua klaster di Kecamatan Ambunten dengan luas 62,87 hektare, serta 16 klaster di Kecamatan Rubaru yang mencakup lahan seluas 112,28 hektare.

Wabup menekankan pentingnya transformasi pola pertanian dari tradisional menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar.

“Kami ingin para petani bisa bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga:  Pemotongan Zakat 2,5% Terhadap PNS di Sumenep Menuai Pro-Kontra

Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini harus menjadi ruang kolaborasi yang efektif, agar petani menjadi subjek utama dalam menjaga keberlanjutan program untuk membangun pertanian di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Bappeda Sumenep Perketat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Lintas OPD Jadi Fokus
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan
Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat
Tak Mau Bergantung pada Bantuan dari Darat, Warga Pagerungan Besar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi
APBD 2026 Dikebut, Pemkab Sumenep Tekan OPD Percepat Belanja dan PAD
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:16 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Pengawasan Program Strategis, Koordinasi Lintas OPD Jadi Fokus

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat

Rabu, 30 September 2026 - 16:57 WIB

Tak Mau Bergantung pada Bantuan dari Darat, Warga Pagerungan Besar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru