Angka Perceraian di Sumenep Meningkat Tajam di Awal 2025, Ketua PA: “Banyak yang Bercerai di Usia Muda”

- Editorial Team

Senin, 3 Maret 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP. DAPURPOS.Com Angka perceraian di Kabupaten Sumenep mengalami lonjakan signifikan di awal tahun 2025. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Sumenep, dalam dua bulan pertama tahun ini, jumlah pasangan yang mengajukan perceraian meningkat hampir 700 pengajuan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Pengadilan Agama Sumenep, Moh. Jatim, S. Ag., M.H.I mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus perceraian melibatkan pasangan yang masih berusia muda.

“Trend perceraian ini didominasi oleh pasangan yang baru menikah dalam kurun waktu kurang dari lima tahun. Faktor utamanya adalah ketidaksiapan dalam menghadapi kehidupan rumah tangga, ditambah dengan tekanan ekonomi dan pengaruh media sosial,” ujarnya senin (03/02/2025) 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari data yang dihimpun, penyebab utama perceraian di Sumenep meliputi faktor ekonomi, perselisihan terus-menerus, serta pernikahan yang dilakukan pada usia terlalu muda. Banyak pasangan yang menikah di bawah usia 30 tahun, sehingga saat menghadapi tantangan rumah tangga, mereka kesulitan menemukan solusi yang tepat.

“Sebagian besar pasangan muda kurang memiliki kesiapan mental dan emosional untuk menjalani kehidupan pernikahan. Akibatnya, ketika terjadi konflik, mereka lebih memilih perceraian daripada mencari jalan tengah,” tambah Ketua PA Sumenep.

Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga sosial. Beberapa program edukasi pernikahan dan konseling keluarga mulai digalakkan untuk menekan angka perceraian, terutama di kalangan pasangan muda.

Baca Juga:  Master Gym Disorot, MUI Pamekasan Ingatkan Bahaya Ikhtilat Tanpa Batas

Masyarakat diimbau untuk lebih mempertimbangkan kesiapan sebelum menikah dan memanfaatkan layanan konseling sebelum mengambil keputusan untuk bercerai. Pemerintah daerah juga tengah mengkaji kebijakan baru untuk mengatasi tren perceraian yang semakin meningkat ini. (jar/red).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru