Sumenep Siapkan Lompatan EBT, Bappeda Libatkan BRIN dan Akademisi

- Editorial Team

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah akademisi dalam rangka koordinasi kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT), Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat arah pembangunan daerah lima tahun ke depan yang berbasis keberlanjutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa isu energi saat ini tidak lagi sebatas persoalan ketersediaan pasokan, melainkan telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, transisi menuju Energi Baru Terbarukan merupakan sebuah keniscayaan yang harus dipersiapkan secara matang melalui kebijakan yang terencana dan berbasis riset ilmiah. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lembaga riset nasional.

“Dalam konteks inilah peran BRIN menjadi sangat strategis, khususnya dalam penyediaan basis data, kajian ilmiah, serta pengembangan teknologi tepat guna sesuai potensi lokal daerah,” ujarnya.

Arif yang dikenal dengan gagasan visionernya itu menekankan, Bappeda Sumenep berkomitmen menjadikan kebijakan EBT sebagai bagian integral dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD hingga RKPD. Pengembangan energi terbarukan akan diarahkan secara terintegrasi dan berkelanjutan agar tidak sekadar menjadi wacana.

Kabupaten Sumenep sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, biomassa, biogas, serta energi berbasis kearifan lokal. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Hari ke-12, Cakupan ORI Campak Rubela di Sumenep Capai 65 Persen

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu menjembatani antara ilmu pengetahuan dan praktik pembangunan di tingkat daerah. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan implementatif.

“Melalui forum koordinasi ini, kami berharap terbangun kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan EBT yang realistis dan sesuai karakteristik wilayah Sumenep,” tegasnya.

Bappeda Sumenep juga menekankan pentingnya model pengembangan energi terbarukan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Kemandirian energi daerah, lanjut Arif, akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Baca Juga:  Rapat Kerja Program DPC AWDI Sumenep Tahun 2025

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas komitmen dan pendampingan BRIN dalam penguatan kebijakan energi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan kalangan akademisi diharapkan menjadi langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Sumenep membangun optimisme untuk mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah dalam lima tahun mendatang.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru