Pentingnya Pengawasan Orangtua dan Guru, Agar Anak Berakhlak Baik dan Beretika

- Editorial Team

Kamis, 23 Mei 2024 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.comAnak merupakan anugerah atau titipan dari Tuhan kepada setiap orang tua yang melahirkannya, selanjutnya,  membesarkan dan mendidik sehingga bisa menjadi manusia yang berbakti terhadap kedua orangtuanya juga kepada Tuhan Nya, Serta berguna terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya.

Anak bisa di ibaratkan sebuah kertas putih yang tiada noda sedikitpun. Peran serta orang tua dalam mendidik anak merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan. Dalam hal ini baik dan buruknya perangai seorang anak, semua bergantung bagaimana cara orang tua mendidiknya.

Pentingnya bekal ilmu orang tua dalam mendidik anak – anaknya sangatlah berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. semakin tinggi taraf pendidikan dari orang tua, maka, semakin baik pula cara untuk mendidik anak – anaknya. Selain daripada itu pendidikan agama harus ditanamkan sejak dini pada si anak, yang merupakan salah satu sendi kehidupan sebagai bekal untuk bisa hidup bergaul dengan lingkungan masyarakat.

Pengaruh lingkungan dan kehidupan rumah tangga juga bisa mempengaruhi psikologis tumbuh kembang kepribadian dari anak tersebut. Jadi sebagai orang tua harus bijak dalam mendidik anak anaknya, dimulai dari diri kita sendiri bagaimana caranya bisa menjalani kehidupan yang baik dalam keseharian di rumah.

Anak yang berakhlak atau berkepribadian di mulai dari kehidupan dalam rumah tangga yang baik. Namun sebaliknya apabila kehidupan dalam rumah tangga ke dua orang tuanya hancur berantakan, jangan harap bisa mendapatkan anak yang punya kepribadian dan etika yang baik dalam lingkungan masyarakat. Karena apa yang terjadi dalam keluarganya akan di jadikan pelampiasan serta contoh bagi anak anaknya.

Baca Juga:  Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep

Fenomena yang terjadi di negara ini sekarang terhadap kenakalan remaja, membuat kita sebagai orang tua merasa sangat prihatin. Banyak anak bangsa ini yang terlibat dengan kasus penggunaan narkoba, perjudian, tindak kekerasan, serta perbuatan asusila. Itu semua terjadi disebabkan karena adanya kemajuan tekhnologi yang sangat terbuka lebar, keterbukaan informasi yang sangat masive serta kurangnya perhatian atau hancurnya kehidupan dari kedua orang tuanya. Atau diberikannya kasih sayang berlebihan sehingga anak merasa dimanja. Sehingga orang tua hilang kendali dan lepas kontrol dalam pengawasan terhadap anaknya.

Selain daripada itu faktor lingkungan juga sangatlah berpengaruh dalam membina kepribadian dari anak. Disinilah letak peran dari orang tua agar nantinya bisa memilah dan memilih terhadap pergaulan anak anaknya di lingkungan sekitarnya, agar nantinya tidak terjerumus ke jalan yang salah.

Baca Juga:  Nur Faizin dan Retorika Kosong di Balik Isu Rokok Ilegal

Selain peran serta orang tua, sekolah juga ikut andil besar dalam hal mendidik, membina dan mencetak anak agar nantinya punya kepribadian serta beretika yang baik di lingkungan masyarakat.

Guru merupakan pengganti orang tua dikala anak sedang belajar di sekolah. Disinilah jasa dan peran serta dari seorang guru dalam mendidik dan membina anak didiknya, sehingga mereka bisa mendapatkan ilmu dalam bimbingannya.

Apa yang di dapat anak dalam sekolah, juga seharusnya ditindak lanjuti oleh kedua orangtuanya. Sebagai kelanjutan untuk selalu mengingatkan dan menambah pengetahuan apa yang telah mereka dapatkan dalam pembelajaran di sekolahnya.

Jadi, diantara orang tua dan guru disini sama sama mempunyai peran yang sangat penting dalam hal pembinaan karakter dan etika yang baik terhadap anak bangsa ini.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa
KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas
Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep
“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”
Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik
Balon Sekda di Ujung Pensiun, Antara Sah Regulasi dan Abai Nalar Anggaran
Jalan Rusak, Kepercayaan Retak: Potret Buram Tata Kelola Desa Karangnangka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:11 WIB

Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:00 WIB

KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:18 WIB

“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:16 WIB

Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik

Berita Terbaru