Paguyuban Tretan Klontong Madura Atur Jarak Toko di Klaten, Langkah Berani Demi Keadilan Usaha

- Editorial Team

Selasa, 4 November 2025 - 18:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten, DapurPos.com — Langkah berani Paguyuban Tretan Klontong Madura (TKM) menetapkan aturan jarak antar toko klontong di Kabupaten Klaten menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai kebijakan ini membatasi kebebasan usaha, namun di sisi lain dianggap sebagai upaya strategis untuk menciptakan keadilan ekonomi antar pelaku usaha kecil.

Dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Selasa (4/11/2025), Ketua Paguyuban TKM Andi Priyono Subarno menegaskan bahwa aturan tersebut tidak bermaksud membatasi, melainkan menata agar sesama pedagang bisa hidup berdampingan secara sehat dan tertib.

“Kami tidak melarang orang berusaha, tapi kami ingin usaha itu tumbuh secara berkeadilan. Kalau terlalu berdekatan, yang rugi bukan hanya pedagangnya, tapi juga kepercayaan antar warga,” ujar Andi Priyo Subarno.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan himbauan Pemerintah Kabupaten Klaten, toko yang berada di jalur berbeda berjarak minimal 750 meter, sedangkan yang berada di satu jalur harus berjarak 1 kilometer.

Baca Juga:  Tambang Galian C Ilegal di Sumenep Dikenal Licin, Lokasi Kosong Saat Tim Sidak Datang

Kebijakan ini sempat menimbulkan perdebatan di kalangan pelaku usaha baru. Namun, Pemkab Klaten justru memberikan dukungan penuh terhadap langkah tersebut. Pemerintah menilai aturan itu bisa mencegah gesekan dan perang harga yang kerap merugikan pedagang kecil.

“Kita melihat niat baik TKM ini sebagai bentuk kedewasaan berorganisasi dan kepedulian terhadap ekonomi lokal,” ujar salah satu pejabat Pemkab Klaten.

Meski awalnya dianggap kontroversial, kebijakan ini mulai diterima oleh sebagian besar pedagang klontong. Beberapa toko yang sempat menolak kini mulai menyesuaikan diri dengan aturan baru.

“Kami bukan mau memonopoli, tapi ingin agar semua bisa hidup dari usaha yang sama tanpa saling dirugikan,” tambah Andi.

Paguyuban TKM yang beranggotakan pelaku usaha asal Madura ini dikenal solid dan memiliki semangat gotong royong tinggi. Mereka bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga berupaya menciptakan tata niaga yang beretika, berkeadilan, dan menumbuhkan rasa kebersamaan di Kabupaten Klaten.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solar Langka di Sumenep, Pertalite Bersubsidi Diduga Masuk Jerigen, BBM Eceran Tetap Melimpah dengan Harga Tinggi
DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum
Bappeda Sumenep Minta Semua OPD Bergerak Bersama Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Bappeda Sumenep Dorong Program Quick Wins, Ekonomi Harus Segera Dirasakan Masyarakat
Bazar dan Lomba Karaoke Bangselok Disambut Antusias, UMKM Berharap Digelar Berkelanjutan
Dorong PAD Naik, Pemkab Sumenep Andalkan Pariwisata dan Penguatan UMKM
Bupati Sumenep Warning Pembeli Tembakau: Harga Jangan Tekan Petani di Bawah Titik Impas
Triv Group Sabet Lima Penghargaan dalam Setahun, Perkuat Posisi sebagai Pemain Utama Industri Kripto Indonesia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 12:08 WIB

Solar Langka di Sumenep, Pertalite Bersubsidi Diduga Masuk Jerigen, BBM Eceran Tetap Melimpah dengan Harga Tinggi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:55 WIB

DKPP Sumenep Berangkatkan Tembakau Prancak 95 untuk Dipasarkan ke Mitra PT Jarum

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Bappeda Sumenep Minta Semua OPD Bergerak Bersama Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Program Quick Wins, Ekonomi Harus Segera Dirasakan Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Bazar dan Lomba Karaoke Bangselok Disambut Antusias, UMKM Berharap Digelar Berkelanjutan

Berita Terbaru