Status Darurat Daerah Dinilai Cukup, Presiden Prabowo: Penanganan Banjir dan Longsor Sumatera Terus Dimonitor

- Editorial Team

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto ketika melakukan kunjungan kelokasi kejadian

Presiden RI ke 8 Prabowo Subianto ketika melakukan kunjungan kelokasi kejadian

DAPURPOS.COM, SUMATERA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa status darurat bencana daerah saat ini sudah cukup untuk menangani banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hal itu disampaikan saat kunjungannya ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Senin, 1 Desember 2025.

“Kami monitor terus. Saya kira kondisi yang sekarang ini sudah cukup,” ujar Prabowo.

Presiden memastikan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa tidak ada instruksi tambahan kepada Basarnas maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebab menurutnya prosedur penanganan bencana di dua lembaga tersebut sudah berjalan dengan baik.

“BNPB reaksinya cukup cepat, TNI sangat cepat, Polri juga cepat. Kita kerahkan juga sudah cukup banyak helikopter, Hercules, pesawat-pesawat kita kerahkan semua,” ujar Prabowo.

Hingga kini, pemerintah belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Padahal jumlah korban jiwa terus meningkat dan telah melampaui angka 400 orang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan dalam konferensi pers di Pos Pendukung Nasional, Bandara Silangit, Tapanuli Utara, bahwa total korban meninggal mencapai 442 jiwa, sementara 402 orang lainnya masih dilaporkan hilang hingga Minggu sore, 30 November 2025.

“Tim gabungan BNPB, TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terus bekerja mempercepat operasi pencarian, pertolongan, logistik, dan pembukaan akses wilayah terdampak,” ujarnya.

Rincian Korban di Tiga Provinsi

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Sumatera Utara

217 meninggal dunia

209 masih hilang

Korban tersebar di berbagai daerah, di antaranya: Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.

Aceh

96 meninggal dunia

75 hilang

Pengungsi mencapai 62.000 KK

Wilayah terdampak meliputi 11 kabupaten/kota, seperti Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Gayo Lues, hingga Nagan Raya.

Baca Juga:  Bapenda Sumenep, Sosialisasi Pajak Non Tunai dan Penyerahan SPPT,DKHP,PBB-P2 2024 di Kecamatan Kangayan

Sumatera Barat

129 meninggal dunia

118 hilang

16 luka-luka

Total pengungsi mencapai 77.918 jiwa

Korban tersebar di Kabupaten Agam, Padang Panjang, Padang, Tanah Datar, Solok, Pasaman Barat, dan Pesisir Selatan.

Pemerintah pusat, bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, dan pemerintah daerah, masih terus berfokus pada evakuasi, pencarian korban hilang, penyaluran bantuan logistik, serta pemulihan akses transportasi yang rusak akibat banjir dan longsor.

Situasi di beberapa wilayah terdampak disebut masih dinamis, terutama karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru