Tak Mau Bergantung pada Bantuan dari Darat, Warga Pagerungan Besar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana

- Editorial Team

Rabu, 30 September 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM — Kesiapsiagaan menghadapi bencana di wilayah kepulauan tidak cukup hanya mengandalkan keberadaan fasilitas dan petugas penanggulangan bencana. Kemampuan masyarakat untuk mengambil tindakan awal secara cepat dan tepat menjadi bagian penting, terutama ketika akses menuju pusat layanan darurat membutuhkan waktu.

Atas dasar itu, Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali memperkuat kapasitas para pengurus melalui pelatihan mitigasi bencana kebakaran dan pertolongan pertama kegawatdaruratan, Selasa (29/9/2026).

Pelatihan tersebut merupakan kegiatan kedua sejak Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar dibentuk pada 2025. Kegiatan digelar melalui kolaborasi SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari Tim Pencegahan dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Sumenep serta tenaga kesehatan dari KEI.

Ketua Gugus Tanggap Bencana Desa Pagerungan Besar, Ahmad Sunaini, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun kesiapan mental pengurus agar mampu bertindak cepat dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.

“Ini merupakan pelatihan yang kedua. Kami ingin pengurus memiliki kemampuan dan kesiapan ketika menghadapi kejadian kebakaran maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya, sehingga tidak panik dan bisa mengambil tindakan awal dengan tepat,” kata Ahmad.

Menurut dia, kemampuan dasar dalam menghadapi kondisi darurat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Pagerungan Besar. Kondisi geografis kepulauan dan jarak dengan pusat layanan menjadi tantangan tersendiri ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan segera.

“Kami bersama pengurus sangat optimis untuk siaga di Pulau Pagerungan Besar untuk melakukan pencegahan kebakaran ataupun bencana ringan lainnya,” ujarnya.

Dorong Gugus Tanggap Bencana Diperkuat

Camat Sapeken, Hamka, menilai keberadaan Gugus Tanggap Bencana di tingkat desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Baca Juga:  Tim Elang Gencar Giat Patroli, Kanit Turja Wali : Etika dan Budaya Tertib Berlalu Lintas untuk Menciptakan Lingkungan Berkendara yang Aman

Ia mengapresiasi kolaborasi SKK Migas–KEI yang turut memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat di wilayah kepulauan.

“Keberadaan Gugus Tanggap Bencana di tingkat desa ini merupakan terobosan yang sangat bermanfaat. Kami berterima kasih kepada SKK Migas–KEI dan relawan yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Hamka.

Hamka mengatakan, model penguatan kapasitas masyarakat tersebut dapat dikembangkan di wilayah lain di Kecamatan Sapeken. Ia bahkan berencana mendorong kegiatan serupa di tingkat kecamatan serta mengajak pemerintah desa membentuk kelompok atau tim tanggap bencana sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Karena gugus antisipasi kebencanaan seperti ini harus selalu siaga. Untuk itu saya berharap kepada pemerintah desa untuk ikut berpartisipasi mendukung keberlangsungan gugus ini,” katanya.

Ia juga berharap kebutuhan sarana dan prasarana penunjang dapat menjadi perhatian bersama agar Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar dapat menjalankan tugasnya secara lebih maksimal.

“Adapun kekurangan sarana prasarana semoga segera mendapat perhatian agar lebih maksimal,” imbuhnya.

KEI: Jangan Berhenti di Pelatihan

Manager PGA Kangean Energy Indonesia (KEI), Kampoi Naibaho, mengatakan kolaborasi dengan masyarakat Pagerungan Besar merupakan bagian dari kebersamaan yang telah terjalin selama ini.

Baca Juga:  Momentum Nisyfu Sya'ban, Kaban Bappeda Sumenep Tekankan Pembangunan Berbasis Prestasi dan Nilai Spiritual

Menurutnya, pembentukan kepengurusan Gugus Tanggap Bencana pada 2025 menjadi wadah untuk menghimpun peran positif masyarakat sekaligus membangun komitmen bersama agar keberadaan kelompok tersebut memberikan manfaat nyata.

Kampoi menilai peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun ketangguhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis dan tantangan akses tersendiri.

Ia berharap kolaborasi antara Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar, KEI, pemerintah, dan berbagai pihak tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata.

“Bagi kami, yang terpenting bukan hanya pelatihan hari ini, tetapi bagaimana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dipraktikkan dan menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat,” paparnya.

“Kami berharap ke depan Gugus Tanggap Bencana Pagerungan Besar semakin mandiri, solid, dan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat,” sambung Kampoi.

Peserta Belajar Langsung Lewat Simulasi

Sementara itu, Mita, salah seorang peserta pelatihan, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai langkah awal memberikan pertolongan kepada korban dalam kondisi kegawatdaruratan.

Baca Juga:  DPRD Sumenep Dalami Tiga Raperda, Soroti Reformasi Birokrasi hingga Layanan Kesehatan

Menurutnya, praktik dan simulasi secara langsung bersama narasumber membuat peserta lebih mudah memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, termasuk saat terjadi kebakaran.

“Kami bersyukur bisa belajar langsung tentang pertolongan pertama pada korban dalam kondisi kegawatdaruratan dan pada saat menghadapi kebakaran. Kami juga bisa mengikuti simulasi bersama narasumber dari Damkar,” kata Mita.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berhenti sebatas kegiatan formal.

“Ilmu ini bisa kami gunakan untuk mengantisipasi maupun menghadapi kejadian kebakaran atau bencana lainnya, bukan hanya di tengah masyarakat, tetapi juga di lingkungan keluarga dan tempat kerja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan
Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat
Bukan Sekadar Rebut Trofi, Mini Soccer U-13 Sumenep Jadi Ajang Cari Bibit Muda
BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Promo Deposito Mudharabah, Berlaku hingga Akhir Desember 2026
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan CT Scan 64 Slice, Perkuat Layanan Diagnostik
QRIS Menjangkau Kepulauan, Bapenda Sumenep Gelar VIRAL 2026 di Sapudi
Rencana E-Voting Pilkades Sumenep 2027 Jadi Sorotan, AWDI: Jangan Sampai Teknologi Picu Masalah Baru
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:50 WIB

Banyak Tempat Hiburan Malam di Sumenep, Penertiban Hanya Sasar Potre Jadi Pertanyaan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Aspirasi Perempuan Tak Boleh Mandek, Pemkab Sumenep Aktifkan Kembali Pos Curhat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Bukan Sekadar Rebut Trofi, Mini Soccer U-13 Sumenep Jadi Ajang Cari Bibit Muda

Rabu, 30 September 2026 - 22:44 WIB

BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Promo Deposito Mudharabah, Berlaku hingga Akhir Desember 2026

Rabu, 30 September 2026 - 22:11 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Hadirkan CT Scan 64 Slice, Perkuat Layanan Diagnostik

Berita Terbaru