SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI

- Editorial Team

Sabtu, 26 September 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP /DAPURPOS.COM — Derasnya arus informasi di ruang digital menuntut guru memiliki kemampuan memilah, memeriksa, dan memahami informasi sebelum menyebarkannya. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep melalui program Sekolah Melek Media bagi para guru SDN se-Gugus 02 Kalianget.

Kegiatan yang berlangsung di SDN Kalimook II, Kecamatan Kalianget, Sabtu (26/9/2026), diikuti dua perwakilan dari masing-masing SDN yang tergabung dalam Gugus 02 Kalianget.

Pelatihan tersebut mengangkat tema “Menggali Lokalitas dan Pemanfaatan AI Bagi Guru se-Kecamatan Kalianget.” Dua jurnalis sekaligus pemimpin redaksi media siber hadir sebagai pemateri, yakni Moh. Sumardono, Pemimpin Redaksi Dimadura.id, dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klikmadura.com.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, saat membuka kegiatan mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi informasi di tengah derasnya arus konten digital.

Baca Juga:  Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi, Konsisten Santuni Anak Yatim

Menurutnya, guru berada pada posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan generasi yang setiap hari bersentuhan dengan media sosial.

“Sekolah harus bisa melek informasi. Kita harus bisa membedakan informasi yang berasal dari media mainstream atau media arus utama dengan informasi yang beredar di media sosial,” tegas Wahyudi.

Ia menambahkan, cepatnya sebuah informasi beredar di media sosial tidak menjadi jaminan bahwa informasi tersebut benar.

Karena itu, kata Wahyudi, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan produk jurnalistik dengan unggahan di media sosial menjadi bagian penting dari kecakapan literasi media.

Baca Juga:  Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Guru Didorong Tak Sekadar Jadi Konsumen Informasi

Pengawas Sekolah Wilayah Kerja Kalianget, H. Abd. Aziz, M.Pd., mengajak para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan menulis.

Ia mendorong guru tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang positif, faktual, dan bermanfaat.

“Ikuti kegiatan ini dengan baik. Guru bisa belajar menulis dan membuat informasi dari para jurnalis,” ujarnya.

Menurut Abd. Aziz, kemampuan menulis dan mengelola informasi dapat menjadi bekal bagi guru untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan maupun prestasi sekolah.

Selain itu, keterampilan tersebut diharapkan dapat ikut memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi, turut hadir bersama para peserta dari sejumlah SDN di wilayah Gugus 02 Kalianget.

Baca Juga:  Kurangi Sampah dari Hantaran hingga Shalat Id, Ini Seruan Tegas Bupati Sumenep

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai jurnalistik, literasi media, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung aktivitas guru.

Pelatihan berlangsung di ruang kelas SDN Kalimook II dengan suasana interaktif. Para peserta diajak memahami cara menyikapi banjir informasi sekaligus mengenali pentingnya sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui program Sekolah Melek Media, SMSI Sumenep mendorong lingkungan sekolah menjadi salah satu benteng literasi informasi di tengah perkembangan teknologi digital.

Sebab, di era banjir informasi, kemampuan memeriksa sebelum percaya, memahami sebelum menyebarkan, dan menggunakan teknologi secara bijak menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki guru maupun siswa.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi
KSOP Kalianget Gandeng Pesantren Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
Bendahara Desa Mangkir dari Panggilan DPMD, Gaji Aparatur Pagerungan Besar Tertunggak 9 Bulan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru