SUMENEP /DAPURPOS.COM — Derasnya arus informasi di ruang digital menuntut guru memiliki kemampuan memilah, memeriksa, dan memahami informasi sebelum menyebarkannya. Kebutuhan tersebut menjadi perhatian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep melalui program Sekolah Melek Media bagi para guru SDN se-Gugus 02 Kalianget.
Kegiatan yang berlangsung di SDN Kalimook II, Kecamatan Kalianget, Sabtu (26/9/2026), diikuti dua perwakilan dari masing-masing SDN yang tergabung dalam Gugus 02 Kalianget.
Pelatihan tersebut mengangkat tema “Menggali Lokalitas dan Pemanfaatan AI Bagi Guru se-Kecamatan Kalianget.” Dua jurnalis sekaligus pemimpin redaksi media siber hadir sebagai pemateri, yakni Moh. Sumardono, Pemimpin Redaksi Dimadura.id, dan Prengki Wirananda, Pemimpin Redaksi Klikmadura.com.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, saat membuka kegiatan mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi informasi di tengah derasnya arus konten digital.
Menurutnya, guru berada pada posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan generasi yang setiap hari bersentuhan dengan media sosial.
“Sekolah harus bisa melek informasi. Kita harus bisa membedakan informasi yang berasal dari media mainstream atau media arus utama dengan informasi yang beredar di media sosial,” tegas Wahyudi.
Ia menambahkan, cepatnya sebuah informasi beredar di media sosial tidak menjadi jaminan bahwa informasi tersebut benar.
Karena itu, kata Wahyudi, kemampuan memeriksa sumber, memahami konteks, serta membedakan produk jurnalistik dengan unggahan di media sosial menjadi bagian penting dari kecakapan literasi media.
Guru Didorong Tak Sekadar Jadi Konsumen Informasi
Pengawas Sekolah Wilayah Kerja Kalianget, H. Abd. Aziz, M.Pd., mengajak para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan menulis.
Ia mendorong guru tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan informasi yang positif, faktual, dan bermanfaat.
“Ikuti kegiatan ini dengan baik. Guru bisa belajar menulis dan membuat informasi dari para jurnalis,” ujarnya.
Menurut Abd. Aziz, kemampuan menulis dan mengelola informasi dapat menjadi bekal bagi guru untuk mendokumentasikan berbagai kegiatan maupun prestasi sekolah.
Selain itu, keterampilan tersebut diharapkan dapat ikut memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Ketua Gugus 02 Kalianget, A. Yudhi, turut hadir bersama para peserta dari sejumlah SDN di wilayah Gugus 02 Kalianget.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai jurnalistik, literasi media, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung aktivitas guru.
Pelatihan berlangsung di ruang kelas SDN Kalimook II dengan suasana interaktif. Para peserta diajak memahami cara menyikapi banjir informasi sekaligus mengenali pentingnya sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui program Sekolah Melek Media, SMSI Sumenep mendorong lingkungan sekolah menjadi salah satu benteng literasi informasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Sebab, di era banjir informasi, kemampuan memeriksa sebelum percaya, memahami sebelum menyebarkan, dan menggunakan teknologi secara bijak menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki guru maupun siswa.
Penulis : Adie
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Dapurpos.com













