cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Purnabakti Sekda Sumenep Edy Rasiyadi: Menutup Pengabdian dengan Warisan Keteladanan

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Setelah lebih dari tiga dekade menapaki jalur pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Ir. Edy Rasiyadi, M.Si., resmi bersiap mengakhiri masa tugasnya. Tepat di penghujung Agustus 2025, pria kelahiran 8 Agustus 1965 ini akan memasuki masa purnabakti, menandai akhir dari pengabdian panjangnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Mengawali karier pada Maret 1990, Edy Rasiyadi telah menorehkan jejak panjang dalam pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan di Sumenep. Selama 25 tahun, ia berkarier di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, di mana ia tidak hanya dikenal sebagai teknokrat andal, tetapi juga sebagai pemimpin lapangan yang tangguh. Loyalitas dan kapabilitasnya menghantarkannya dipercaya memimpin dinas tersebut sebelum akhirnya dipilih menduduki jabatan Sekda.

Tercatat sejak 24 Juni 2018, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris Daerah, mulai dari era Bupati KH. A. Busyro Karim hingga kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo. Dalam rentang lebih dari enam tahun itu, Edy tampil sebagai motor penggerak administrasi dan koordinasi lintas perangkat daerah, yang menjadikan roda pemerintahan berjalan stabil dan dinamis.

Baca Juga :  Perindah Kota, DLH Tanam Swa Bunga di Rumija Seputar Kota Sumenep

Sosok Edy Rasiyadi dikenal luas sebagai pejabat yang mudah didekati. Sikap egaliter dan keterbukaannya terhadap semua kalangan menjadikannya figur birokrat yang dirindukan banyak pihak. Ia tidak membatasi akses masyarakat, organisasi, maupun awak media untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi.

“Pak Edy bukan hanya menjalankan fungsi administratif semata. Ia menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah, menjaga iklim kerja yang kolaboratif dan transparan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Sumenep.

Dedikasi yang ditunjukkan Edy selama bertugas menjadikannya figur yang dihormati lintas generasi. Tak hanya dalam aspek teknis pemerintahan, tapi juga dalam membangun kultur birokrasi yang humanis dan melayani. Banyak yang menilai, warisan kepemimpinan Edy terletak pada kemampuan membangun komunikasi lintas sektor secara efektif dan bermartabat.

Baca Juga :  Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep Sukses Gelar Muskab II kepengurusan Baru 2024-2028

Kini, menjelang masa pensiunnya, perhatian publik mulai tertuju pada siapa sosok yang akan melanjutkan estafet jabatan Sekda. Harapan pun mengemuka: agar penerusnya mampu menjaga semangat inklusif dan keterbukaan yang telah menjadi ciri khas Edy Rasiyadi selama menjabat.

Pemerintahan yang transparan, responsif, dan melibatkan partisipasi publik secara aktif dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang akan menggantikan posisinya nanti.

Selamat menikmati masa purnabakti, Bapak Edy Rasiyadi. Pengabdian dan keteladananmu akan terus menjadi inspirasi bagi Sumenep yang lebih maju dan melayani.