Menjamurnya Perusahaan Rokok di Sumenep, Berkah atau Muslihat Bisnis Pita Cukai ?

- Editorial Team

Kamis, 10 April 2025 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Maraknya perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Sumenep sempat digadang-gadang membawa angin segar bagi perekonomian warga, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendukung petani tembakau lokal. Namun hasil investigasi terbaru justru mengungkapkan sisi lain yang patut menjadi perhatian serius.

Farid Gaki, ketuan Gugus Anti Korupsi Indonesia, mengungkap bahwa ratusan perusahaan rokok yang kini beroperasi di wilayah Sumenep diduga tidak sepenuhnya berdiri demi kemaslahatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, banyak PR tersebut hanya menyewa gudang diduga sebagai kedok untuk permainan ilegal pita cukai rokok.

“Mereka tidak benar-benar membuka lapangan kerja secara signifikan atau memberdayakan petani lokal. Ini lebih ke dugaan permainan bisnis pita cukai yang keuntungannya sangat fantastis, bahkan bisa mencapai puluhan juta rupiah hanya dari satu rim pita cukai,” ungkap Farid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, Dari 265 Perusahaan Rokok disumenep ada 106 yang mendapatkan izin produksi dari Bea Cukai dan ada 37 PR di Madura, termasuk di Sumenep, yang telah dibekukan oleh pihak Bea Cukai. Pembekuan ini dilakukan karena berbagai pelanggaran, termasuk dugaan kuat adanya praktik jual-beli pita cukai ilegal yang merugikan negara.

“Banyak dari perusahaan ini hanya menyewa gudang, bukan mendirikan pabrik sungguhan yang menyerap tenaga kerja lokal. Ini jelas bukan bentuk dukungan terhadap program pengentasan pengangguran atau peningkatan ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Farid Gaki berharap Bupati Sumenep bersikap lebih selektif dan tegas dalam memberikan izin pendirian gudang dan perusahaan rokok, agar tidak menjadi celah bagi praktik bisnis ilegal yang berkedok pemberdayaan ekonomi.

“Masyarakat butuh lapangan kerja yang nyata, bukan janji-janji kosong dari perusahaan bayangan yang justru mengakali regulasi negara,” pungkasnya.

(jar/red)**

Baca Juga:  Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Usaha Jatim Puspa ke 39 KPM di Sumenep
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim
Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:23 WIB

Harhubnas ke-55, KSOP Kalianget Gelar Doa Bersama, Santuni Anak Yatim

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru