Tanah Percaton Desa Bragung Dipertanyakan, Kini Berdiri Toko dan Pabrik Rokok

- Editorial Team

Minggu, 31 Agustus 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Keberadaan tanah percaton di Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, menjadi sorotan warga. Hasil penelusuran media Dapurpos di lokasi, lahan yang dulunya diketahui sebagai aset desa kini sudah dipadati bangunan permanen berupa deretan toko hingga pabrik rokok.

Sejumlah warga yang ditemui di sekitar Pasar Bragung menyebutkan, tanah tersebut dulunya jelas merupakan tanah percaton desa. Namun anehnya, kini sebagian telah beralih kepemilikan dengan status sertifikat sah, bahkan sudah melalui proses jual beli.

“Dulu itu tanah percaton desa, tapi sekarang kok sudah jadi milik pribadi dan berdiri bangunan. Katanya sudah bersertifikat dan ada transaksi jual beli,” ungkap salah seorang warga.(31/08)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Bragung. Namun yang bersangkutan tidak berada di kantor desa karena sedang bepergian keluar kota.

Baca Juga:  Pernyataan Kadis DPMPTSP Terkait Royal Pabian Tuai Protes, Terkesan Mendukung Pengusaha

Menanggapi hal ini, Adi, aktivis pemerhati kebijakan publik, menuturkan bahwa kasus semacam ini tidak boleh dibiarkan. Menurutnya, jika benar tanah percaton beralih fungsi menjadi kepemilikan pribadi, maka ada dugaan pelanggaran hukum.

“Permasalahan ini kompleks dan sudah lama terjadi. Pemerintah harus turun tangan. Kalau itu memang tanah aset desa, seharusnya dirawat dan dimanfaatkan untuk kemajuan masyarakat desa, bukan digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegas Adi.

Tanah percaton merupakan tanah aset desa yang pengelolaannya diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta dipertegas melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa.

Baca Juga:  Bakesbangpol Sumenep Gelar Rapat Koordinasi Forkopimda di Hotel Mewah Menuai Kritikan

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa aset desa, termasuk tanah percaton, tidak boleh dialihkan kepemilikannya menjadi milik pribadi melalui jual beli. Aset desa hanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, atau kerja sama yang tetap menjaga kepemilikan desa.

Dengan adanya bangunan toko dan pabrik rokok yang berdiri di atas tanah percaton, patut diduga telah terjadi:

Baca Juga:  Dari Blangkon untuk Harapan, Kepala SDN di Sumenep Antar Langkah Pertama Irsya Menuju Mimpi dengan Kaki Palsu

1. Pelanggaran administrasi berupa penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan aset desa.

2. Pelanggaran hukum pidana apabila terbukti ada tindakan memperjualbelikan tanah desa yang seharusnya tidak bisa dialihkan. Hal ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi atau penyalahgunaan aset negara/daerah sesuai UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pemerintah Desa Bragung maupun instansi terkait mengenai status kepemilikan tanah yang dipertanyakan warga tersebut.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Investasi Bisnis MBG Rp288,96 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur di Madura Disorot
9 Bulan Menanti Honor, Bendahara Desa Pagerungan Besar Bungkam Saat Dikonfirmasi.
Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya
Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah
Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa
Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi
Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?
Disorot DPRD, Mahasiswa, dan Publik, Sekdes Pagerungan Besar Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala PAUD
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:46 WIB

Investasi Bisnis MBG Rp288,96 Juta Berujung Laporan Polisi, Klaim 37 Dapur di Madura Disorot

Senin, 14 September 2026 - 20:21 WIB

9 Bulan Menanti Honor, Bendahara Desa Pagerungan Besar Bungkam Saat Dikonfirmasi.

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:55 WIB

Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 13:27 WIB

Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa

Berita Terbaru