Bappeda Sumenep Bongkar Strategi Baru Genjot Ekonomi, Hilirisasi hingga Investasi Jadi Fokus

- Editorial Team

Jumat, 25 September 2026 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP / DAPURPOS.COM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menyusun Roadmap Percepatan Pertumbuhan Ekonomi sebagai pijakan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan.

Penyusunan roadmap tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Potre Koneng, Rabu (12/8/2026).

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan roadmap tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan. Dokumen itu harus menjadi pedoman bersama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Arif, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pertumbuhan harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dampak tersebut antara lain melalui peningkatan nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan kemiskinan, hingga penguatan daya saing daerah.

“Kita tidak ingin lagi hanya berbicara mengenai potensi. Kita harus bergerak dari potential-based planning menjadi action-oriented planning,” ujar Arif, Jumat (14/8/2026).

Arif menyebut Sumenep memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Di antaranya sektor pertanian, perikanan, peternakan, garam, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perdagangan dan jasa, hingga minyak dan gas bumi.

Baca Juga:  PB Percasi Sumenep Matangkan Kejuaraan Catur Semadura 2026, Siap Jadi Panggung Besar Pecatur Madura

Namun, karakteristik Sumenep sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan potensi tersebut.

Karena itu, Bappeda mendorong pemetaan berbasis data untuk menentukan sektor-sektor yang memiliki kapasitas menjadi penggerak utama perekonomian daerah.

Sejumlah sektor akan menjadi bagian dari analisis penyusunan roadmap, termasuk pertanian dan hilirisasinya, perikanan dan industri pengolahan, garam, pariwisata, UMKM, industri kreatif, perdagangan, jasa, investasi, serta industri.

Arif mengatakan pengembangan ekonomi juga perlu dilakukan dengan menghubungkan berbagai sektor dalam satu rantai nilai. Dengan cara tersebut, komoditas maupun potensi lokal diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar di daerah.

Baca Juga:  Aktifis Pemuda Ganding Minta Pernyataan Kabag Perekonomian dan SDA di Cabut

Dalam penyusunan roadmap, sedikitnya terdapat lima aspek yang menjadi perhatian utama.

Pertama, penetapan sektor prioritas harus didasarkan pada data dan analisis yang kuat. Hal ini diperlukan agar kebijakan pembangunan ekonomi memiliki fokus dan arah yang jelas.

Kedua, percepatan hilirisasi. Komoditas unggulan Sumenep diharapkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Semakin banyak proses pengolahan dilakukan di daerah, semakin besar pula potensi nilai ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat setempat.

Ketiga, penguatan iklim investasi. Roadmap akan diarahkan untuk memetakan kebutuhan investasi, lokasi potensial, kesiapan pemerintah daerah, berbagai hambatan, hingga skema pembiayaan yang dapat mendukung masuknya investasi.

Keempat, peningkatan kapasitas UMKM dan pelaku usaha lokal. Penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi harus dibarengi dengan akses pembiayaan, teknologi, digitalisasi, sertifikasi, peningkatan kualitas dan kemasan produk, pemasaran, serta akses terhadap rantai pasok yang lebih luas.

Baca Juga:  Tim Elang Laksanakan Giat Patroli Rutinan, Cegah Kecelakaan Dan Aksi Balap Liar

Kelima, setiap program harus memiliki target dan pembagian tugas yang terukur. Dengan demikian, dapat diketahui pihak yang bertanggung jawab, waktu pelaksanaan, kebutuhan anggaran, serta indikator keberhasilan masing-masing program.

Melalui roadmap tersebut, Bappeda Sumenep berharap arah pembangunan ekonomi daerah tidak lagi hanya berorientasi pada pemanfaatan potensi, tetapi mampu diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat fondasi transformasi ekonomi Sumenep agar lebih produktif, memiliki nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah.

Facebook Comments Box

Penulis : Adie

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Dapurpos.com

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi
KSOP Kalianget Gandeng Pesantren Bangun Budaya Keselamatan Pelayaran
Bendahara Desa Mangkir dari Panggilan DPMD, Gaji Aparatur Pagerungan Besar Tertunggak 9 Bulan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Video Keluarga Pasien dan Perawat RS BHC Sumenep Viral, Pihak Rumah Sakit Belum Beri Klarifikasi

Berita Terbaru