cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Bappeda Sumenep Gandeng BEM Bahas Arah Pembangunan Lima Tahun ke Depan

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menginisiasi sarasehan intelektual guna mengkaji strategi pembangunan jangka menengah daerah, baru-baru ini. Kegiatan ini menjadi wadah sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi untuk merumuskan kebijakan yang lebih inklusif serta responsif terhadap dinamika masyarakat.

Acara yang digelar di Ruang Rapat Potret Koneng Selasa 28 April 2026 .Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya harmonisasi kebijakan antar level pemerintahan sebagai fondasi utama dalam mendorong keberhasilan pembangunan.

Baca Juga :  ASN Kabupaten Sumenep Mengeluh, Profesionalisme PD Sumekar Menjadi Sorotan. Ada Apa dan Kenapa ???

Ia menyebutkan, tanpa adanya keterpaduan antara kebijakan pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah, pelaksanaan program strategis berisiko tidak berjalan optimal serta minim dampak terhadap kemajuan daerah.

“Pembangunan harus dirancang secara selaras dalam satu visi yang sama, agar setiap kebijakan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya

Lebih lanjut, Arif menguraikan bahwa Bappeda Sumenep menerapkan konsep pembangunan terpadu (integrated development), yang berfokus pada penguatan koordinasi lintas sektor dan antar tingkatan pemerintahan. Strategi ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan program sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan.

Baca Juga :  Memperingati Hari Santri Nasional, Ketua DPRD Sumenep Dorong Semangat Pendidikan Islam

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa juga aktif menyampaikan berbagai pandangan kritis terkait pelaksanaan kebijakan publik, khususnya mengenai pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui sarasehan ini, diharapkan tidak hanya tercipta diskusi yang produktif, tetapi juga lahir gagasan-gagasan konstruktif yang dapat memperkuat arah perencanaan pembangunan Kabupaten Sumenep agar semakin adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

(adie/red)**

Tinggalkan Balasan