cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Pedagang Pasar Anom Keluhkan Omzet Penjualan Terus Menurun Tiap Tahun

Foto hanya ilustrasi

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Sejumlah pedagang di Pasar Anom mengeluhkan kondisi penjualan yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Lesunya daya beli masyarakat ditambah persaingan perdagangan modern dan penjualan daring disebut menjadi faktor utama merosotnya omzet para pedagang tradisional.

Salah seorang pedagang rempah dan kebutuhan dapur, MW, mengaku pendapatannya semakin menurun dari tahun ke tahun. Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan agar pembeli tetap datang ke pasar, termasuk menurunkan harga jual barang dagangan.

“Setiap tahun omzet kami terus turun. Harga sudah kami turunkan supaya pembeli tertarik, tapi tetap sepi,” ujar MW saat ditemui di area pasar, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, kondisi pasar saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika sebelumnya pasar selalu ramai sejak pagi hingga siang hari, kini banyak lapak yang terlihat lengang dan minim transaksi.

Baca Juga :  Sumenep Investment Summit 2024 Bentuk Upaya Pemkab Menarik Investor Untuk Berkontribusi Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Keluhan serupa juga disampaikan AS, pedagang pakaian di Pasar Anom. Ia mengaku penjualan pakaian saat ini sangat memprihatinkan. Dalam sehari, barang dagangannya terkadang hanya terjual satu potong, bahkan tidak jarang dijual dengan keuntungan sangat tipis demi mempertahankan perputaran usaha.

“Kadang sehari cuma laku satu. Itu pun terkadang dijual rugi karena yang penting barang keluar dan ada uang untuk mutar modal,” katanya.

Tidak hanya pedagang rempah dan pakaian, sejumlah pedagang lainnya juga mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. Pedagang kebutuhan rumah tangga, aksesoris, hingga penjual makanan mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga :  Telah di Buka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Yayasan Ar-Rahman Sumber Padang Gadu Timur Ganding Sumenep.

Beberapa pedagang menyebut daya beli masyarakat saat ini menurun, sementara biaya kebutuhan pokok dan modal usaha terus meningkat. Kondisi tersebut membuat banyak pedagang kesulitan mempertahankan usahanya di tengah persaingan yang semakin ketat.

Para pedagang berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar tradisional. Mereka menilai pasar rakyat masih menjadi pusat ekonomi masyarakat kecil yang perlu mendapat dukungan, baik melalui penataan pasar, promosi, maupun program pemberdayaan pedagang.

Menurunnya omzet pedagang di Pasar Anom menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi pasar tradisional di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital dan pusat perbelanjaan modern. (adie/red)**

Tinggalkan Balasan