Jejak Bung Karno di Sumenep Tak Boleh Dihapus, Banteng Sakera Nahdliyin Serukan Perlawanan terhadap Lupa Sejarah

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Organisasi masyarakat Banteng Sakera Nahdliyin kembali menghidupkan memori sejarah atas kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, ke Kabupaten Sumenep pada 10 Mei 1951. Kunjungan tersebut dinilai memiliki makna besar bagi masyarakat Madura karena menjadi bagian dari perjalanan awal bangsa dalam memperkuat persatuan dan semangat nasionalisme setelah Indonesia merdeka.

Peringatan jejak sejarah itu juga menjadi upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap peran Bung Karno di daerah. Banteng Sakera Nahdliyin menilai, lawatan Presiden Soekarno ke Sumenep bukan hanya agenda seremonial kenegaraan, melainkan simbol kedekatan pemimpin bangsa dengan rakyat di daerah.

Menurut Ketua Banteng Sakera Nahdliyin, Maryono, terdapat tiga titik penting yang menjadi bagian dari jejak kunjungan Presiden Soekarno selama berada di Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi pertama adalah Masjid Gema yang berada di kawasan Prenduan. Berdasarkan cerita tutur masyarakat setempat, masjid tersebut diyakini pernah menjadi salah satu tempat yang disinggahi Bung Karno. Di area masjid itu juga disebut pernah berdiri Tugu Kemerdekaan sebagai simbol sejarah perjuangan bangsa, sebelum akhirnya berubah menjadi menara masjid.

“Masjid Gema menjadi bagian dari memori sejarah masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Bung Karno tidak hanya hadir dalam agenda kenegaraan, tetapi juga dekat dengan kehidupan masyarakat dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Maryono.

Lokasi kedua berada di kawasan Kota Tua Kalianget yang pada masa itu dikenal sebagai pusat industri garam di Madura. Kehadiran Bung Karno di wilayah tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap potensi ekonomi rakyat, khususnya sektor garam yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara lokasi ketiga adalah Asrama Rehabilitasi Tentara Pejuang yang kunjungannya tercatat dalam Arsip Nasional Republik Indonesia tertanggal 10 Mei 1951. Lokasi asrama tersebut berada di Jalan Raya Lenteng, Kecamatan Batuan, atau di sekitar area Kantor SKB Sumenep saat ini. Kunjungan tersebut menjadi simbol penghormatan negara terhadap para pejuang pasca kemerdekaan.

Maryono menegaskan, peringatan jejak sejarah Bung Karno di Sumenep harus menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah daerahnya sendiri.

“Jejak Bung Karno di Sumenep bukan hanya cerita masa lalu, tetapi warisan sejarah yang mengajarkan tentang perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air,” pungkasnya.

(adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Prajurit Kodaeral IX Asah Kemampuan Tempur, Puluhan Personel TNI AL Ikuti Latihan Menembak di Maluku Tengah

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB