Ribuan Honorer Sumenep Resmi Sandang Status PPPK Paruh Waktu, Era Baru Reformasi Aparatur Dimulai

- Editorial Team

Senin, 1 Desember 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mencatat sejarah baru dalam reformasi birokrasi dan tata kelola sumber daya manusia. Sebanyak 5.224 tenaga honorer di berbagai sektor resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, dalam acara akbar yang dipusatkan di Stadion GOR A. Yani Pangligur, Senin (1/12/25)

Ribuan honorer yang selama ini mengabdi di instansi pemerintahan kini memasuki babak baru dengan status kepegawaian yang lebih jelas, terstruktur, dan sesuai kebutuhan organisasi. Jumlah tersebut terdiri dari:

1.086 PPPK Guru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3.076 PPPK Teknis

1.062 PPPK Tenaga Kesehatan

Mereka nantinya akan ditempatkan pada berbagai perangkat daerah sesuai beban kerja, formasi, serta kompetensi masing-masing.

Baca Juga:  NUANSA LAIN UPACARAA HARI SENIN DI SDN PANAONGAN III

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan bahwa kebijakan ini bukan hanya pergantian status administratif, tetapi bagian dari transformasi manajemen aparatur yang lebih profesional dan terukur.

“Ini bukan hanya soal administrasi. Ini adalah era baru reformasi tenaga honorer yang memberikan kepastian sekaligus menuntut profesionalisme tingkat tinggi,” tegas Bupati Fauzi di hadapan ribuan peserta.

Orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu mengingatkan bahwa status PPPK paruh waktu tetap membawa tanggung jawab besar, terutama dalam mendukung pelayanan publik yang semakin kompleks.

“Saya tidak ingin ada yang sekadar hadir untuk absensi. Pemerintah daerah membutuhkan energi baru, integritas, disiplin, dan loyalitas tanpa kompromi,” ujarnya.

Bupati Fauzi menambahkan bahwa honorer yang kini berstatus PPPK paruh waktu diharapkan menjadi penggerak utama sektor pendidikan, teknis pemerintahan, hingga pelayanan kesehatan.

“Meskipun paruh waktu, dampaknya penuh. Tunjukkan bahwa Anda adalah bagian penting dari mesin pemerintahan yang melayani masyarakat dengan standar terbaik,” tutupnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Frimanto, menjelaskan bahwa seluruh penerima SK telah melalui proses pendataan, validasi, dan verifikasi sesuai instruksi pemerintah pusat terkait penataan tenaga non-ASN.

“Setiap nama yang menerima SK hari ini sudah melalui proses pendataan, verifikasi, dan penyesuaian kebutuhan organisasi. Tidak ada yang lolos tanpa mekanisme,” tegas Arif.

Ia juga memastikan bahwa evaluasi kinerja tetap berlaku.

“Kinerja, kedisiplinan, dan kebutuhan instansi akan menjadi indikator utama. Kami ingin memastikan mereka bekerja sesuai regulasi agar tidak merugikan diri mereka sendiri,” lanjutnya.

Pemkab Sumenep memastikan pembayaran honorarium PPPK paruh waktu akan mulai disalurkan pada 1 Januari 2026 melalui APBD Tahun Anggaran 2026.

Baca Juga:  Sultan Jambi Kritik Keras Kebijakan Pemerintah Daerah: “Arah Ini Menyimpang dari Kepentingan Rakyat dan Budaya Melayu”

Dari total penerima, 4.929 hadir langsung mengikuti prosesi penyerahan SK, sementara 295 lainnya bergabung secara daring, terutama dari wilayah kepulauan yang akses mobilitasnya terbatas.

Dengan penyerahan SK ini, Sumenep menjadi salah satu daerah yang lebih awal melakukan implementasi skema PPPK paruh waktu secara besar-besaran, sekaligus membuka lembaran baru tata kelola ASN yang lebih modern, tertib, dan berbasis kinerja.

Baca Juga:  Warga Dusun Langgar Tagih Janji Perbaikan Jalan, Ketua PWRI Jatim Soroti Pengelolaan Anggaran Desa
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru