Dua Kasus Tragis Bayangi Pencairan BOSP, DPRD Sumenep Tuntut Evaluasi Menyeluruh

- Editorial Team

Senin, 27 April 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto hanya ilustrasi

Foto hanya ilustrasi

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Dua peristiwa tragis yang diduga berkaitan dengan proses pencairan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) untuk PAUD memicu sorotan serius dari legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Syamsul Bahri, mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pencairan dana tersebut agar tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan tenaga pendidik.

Syamsul mengungkapkan, peristiwa pertama menimpa Nur’aini, Kepala Kelompok Bermain (KB) Al Azhar Sepanjang, yang diduga mengalami kelelahan akibat proses administrasi pencairan BOSP yang berbelit. Dalam kondisi tersebut, ia harus menjalani persalinan yang berujung pada meninggalnya bayi yang dilahirkannya.

Peristiwa kedua dialami Aminah, guru TK Rahmatul Aula Sakala. Anak Aminah yang masih berusia tiga bulan dilaporkan meninggal dunia setelah ditinggal ibunya ke daratan Sumenep guna mengurus pencairan dana BOSP.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai proses administratif yang seharusnya membantu operasional pendidikan justru membawa dampak buruk bagi masyarakat, terutama tenaga pendidik PAUD,” ujar Syamsul, Minggu (26/4/2026) malam.

Ia menekankan bahwa kondisi geografis Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah kepulauan, menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, keterbatasan akses, jarak tempuh, serta waktu yang dibutuhkan dalam proses pencairan menjadi beban tambahan bagi para guru.

“Kita semua tahu keterbatasan akses itu nyata. Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” tegas anggota Komisi IV DPRD Sumenep tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menyatakan pihaknya telah melakukan pengecekan internal. Berdasarkan laporan awal dari jajarannya, sebagian besar petugas disebut telah berupaya membantu dan mempermudah proses pencairan dana bagi lembaga PAUD.

Baca Juga:  Bappeda Sumenep Minta Semua OPD Bergerak Bersama Percepat Pertumbuhan Ekonomi

Namun demikian, ia juga mengakui adanya kendala dari sebagian lembaga yang dinilai belum sepenuhnya mengindahkan ketentuan administrasi yang berlaku.

“Teman-teman di lapangan justru banyak membantu dan memudahkan. Namun memang ada sebagian lembaga yang belum tertib administrasi. Ini akan kami koordinasikan lebih lanjut, khususnya dengan wilayah Sapeken bersama tim yang menangani BOP,” ungkapnya.

Moh. Iksan menegaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak mempersulit proses pencairan dana, baik BOSP maupun BOP PAUD.

“Kita ini bukan auditor, melainkan verifikator. Prinsipnya adalah mempermudah, bukan mempersulit,” tegasnya, Senin (27/4/2026).

Kasus ini memunculkan perhatian publik terhadap efektivitas layanan administrasi pendidikan, terutama di wilayah kepulauan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak dilakukan agar program bantuan pendidikan benar-benar memberikan manfaat optimal tanpa menambah beban bagi tenaga pendidik di lapangan. (adie/red)**

Baca Juga:  Klaim Menteri ESDM Soal 97 Persen Listrik Menyala di Aceh Tuai Protes, Anggota DPR RI: “Jangan Bohongi Presiden”
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru