Tak Hanya Rangkap Jabatan, Kini Dugaan Mark Up Data Siswa di Pagerungan Besar Jadi Perhatian

- Editorial Team

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dapurpos.com/, SUMENEP – Polemik tata kelola lembaga pendidikan di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya muncul dugaan rangkap jabatan, kini Kepala Kelompok Bermain (KB) Darul Hikmah Pagerungan Besar diduga melakukan mark up data jumlah peserta didik di lembaga yang dikelolanya.

Sorotan tersebut muncul setelah data administrasi lembaga disebut mencatat sebanyak 99 siswa. Sejumlah warga mempertanyakan validitas angka tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial AL mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep segera melakukan verifikasi langsung agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perlu dilakukan pengecekan langsung ke sekolah atau lembaga oleh Dinas Pendidikan maupun tim independen yang tidak memiliki kepentingan. Tujuannya agar data yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar AL.

Menurutnya, dugaan ketidaksesuaian data peserta didik tidak hanya terjadi pada satu lembaga. Ia menyebut sejumlah lembaga pendidikan setingkat KB dan TK di Desa Pagerungan Besar juga perlu menjadi perhatian untuk memastikan seluruh data administrasi sesuai dengan kondisi faktual.

“Banyak yang mempertanyakan kesesuaian antara data dan kenyataan di lapangan. Karena itu perlu audit dan verifikasi agar semuanya terang benderang,” tambahnya.

Sorotan terhadap persoalan tersebut semakin menguat karena sebelumnya juga muncul dugaan rangkap jabatan yang melibatkan aparatur desa dan pengelola lembaga pendidikan. Kondisi itu dinilai berpotensi memunculkan konflik kepentingan dan mengganggu tata kelola pemerintahan maupun penyelenggaraan pendidikan.

Baca Juga:  Pengusaha Rokok dan Pemerintah Harus Jalan Bareng, Tegas Bupati Fauzi

Pemerhati hukum, Sulaisi Abdurrazaq, menegaskan bahwa dugaan rangkap jabatan maupun dugaan mark up jumlah siswa tidak boleh dipandang sebagai persoalan administratif semata.

“Jika benar terjadi, ini bukan persoalan administratif biasa. Rangkap jabatan dan dugaan mark up data siswa berpotensi merusak tatanan nilai pendidikan, integritas lembaga, serta disiplin aparatur desa,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) itu juga mendorong instansi berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh secara profesional dan transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Pendidikan harus dibangun di atas kejujuran dan akuntabilitas. Karena itu dugaan seperti ini wajib ditindaklanjuti secara profesional dan transparan,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola KB Darul Hikmah Pagerungan Besar maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Baca Juga:  SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep segera turun tangan melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan validitas data peserta didik sekaligus memberikan kepastian kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola KB Darul Hikmah Pagerungan Besar maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak yang disebut dalam pemberitaan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sementara itu, masyarakat berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep segera melakukan verifikasi lapangan secara transparan guna memastikan validitas data dan menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. (adie/red)**

Baca Juga:  SDN Panaongan III Gelar Upacara Bendera dan Pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2025/2026
Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran
Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan
Nilai Anggaran Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Tak Terpampang, Kadisdik Sumenep Panggil Konsultan 
SMSI Sumenep “Turun Gunung “,Guru Kalianget Dibekali Literasi Media dan AI
Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot, Anggaran APBN Tak Dicantumkan di Papan Proyek
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Cegah Kecelakaan Laut, KSOP Kalianget Edukasi Pelajar SMP soal Keselamatan Pelayaran

Senin, 28 September 2026 - 19:49 WIB

Papan Proyek Tak Cantumkan Nilai Anggaran, Kadisdik Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru