Tersulut Ketidakadilan, Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Rismon Sianipar Walk Out dari Audiensi Komisi Reformasi Polri

- Editorial Team

Rabu, 19 November 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dr. Rismon bersama Roy Suryo, Dokter Tifa Didampingi Rafly Harun Ketika Memberikan Keterangan Kepada Awak Media.

Foto : Dr. Rismon bersama Roy Suryo, Dokter Tifa Didampingi Rafly Harun Ketika Memberikan Keterangan Kepada Awak Media.

JAKARTA, DAPURPOS.COM – Suasana audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, mendadak memanas pada Rabu (19/11/2025). Pakar Digital Forensik yang kini berstatus tersangka dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar, memutuskan walk out dari forum tersebut.

Rismon tidak sendiri. Ia meninggalkan ruangan bersama dua tersangka lain dalam kasus yang sama, yakni Roy Suryo dan Dokter Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa). Ketiganya hadir dengan didampingi juru bicara mereka, Refly Harun.

Baca Juga:  Warga Kota Sumenep Mengeluhkan Kenalpot Racing (Brong) Semakin Bebas Berkeliaran

Menurut Rismon, dalam audiensi itu dirinya dan rombongan diberikan dua pilihan: tetap berada di ruangan tanpa diperbolehkan berbicara, atau keluar dari forum. Merasa diperlakukan tidak adil, mereka memilih untuk walk out.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kehadiran kami bukan hanya untuk menjadi penonton,” tegas Rismon kepada Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, sebelum meninggalkan ruangan.

Rismon mengaku keberatan karena audiensi yang seharusnya menjadi ruang dialog justru menghadirkan Otto Hasibuan, pengacara yang menangani kasus ijazah Jokowi dari kubu seberang. Otto juga merupakan anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Kejati Jatim Bongkar Skandal BSPS Sumenep: Rp26 Miliar Raib, 4 Orang Ditahan

Selain itu, Jokowi disebut telah menunjuk putra Otto, Yakub Hasibuan, sebagai penasihat hukum dalam perkara ijazah tersebut. Hal inilah yang dianggap Rismon sebagai bentuk ketidak adilan karena forum tidak menghadirkan kedua kubu secara seimbang.

“Kami mempertanyakan mengapa Komisi tidak bisa mendengarkan cerita dari dua sisi, baik dari kami maupun pihak Jokowi,” ujarnya.

Rismon juga menegaskan bahwa sebagai akademisi, peneliti, dan aktivis, ia merasa tengah menghadapi upaya kriminalisasi. Ia berharap pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dapat mendengar langsung aspirasinya.

“Para terpidana saja punya hak untuk menyampaikan aspirasi, apalagi kami yang masih berstatus tersangka,” tambahnya.

Walk out yang dilakukan Rismon, Roy Suryo, dan Dokter Tifa ini semakin menandai panasnya polemik kasus ijazah Jokowi, yang hingga kini masih menjadi sorotan publik. (Suha/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya
Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah
Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa
Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi
Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?
Disorot DPRD, Mahasiswa, dan Publik, Sekdes Pagerungan Besar Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala PAUD
Kejari Sumenep Buka Sinyal Baru Kasus Korupsi Logistik KPU, Ekspose Segera Digelar
Menuju Vonis, Kasus Korupsi BSPS Sumenep Masuki Tahap Krusial
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:55 WIB

Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 13:27 WIB

Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa

Senin, 6 Juli 2026 - 13:20 WIB

Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?

Berita Terbaru