Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

- Editorial Team

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) tahun 2026 kembali melahirkan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha produktif. Mahasiswa KKN Mandiri UA Posko 58 menggagas penerapan pertanian selada dengan teknik akuaponik di atas kolam lele milik Koppontren Annuqayah, Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Program tersebut menjadi bukti penerapan kreativitas dan kemampuan teoretis mahasiswa Universitas Annuqayah dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Universitas Annuqayah yang kini memiliki Program Studi Biologi semakin menunjukkan perannya dalam pengembangan keilmuan di bidang pertanian. Kolaborasi keilmuan dengan Program Studi Ekonomi Syariah dan Bisnis Digital juga dinilai menjadikan program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Annuqayah memiliki nilai strategis dalam mendorong pengembangan ekonomi produktif berbasis inovasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mahasiswa peserta KKN Posko 58 memilih menerapkan sistem akuaponik di Unit Petani Assalam, salah satu unit usaha Koppontren Annuqayah yang bergerak di bidang pertanian dan peternakan.

Baca Juga:  Dua Kades Terseret Narkotika, Terancam Dicopot dari Jabatan

Program tersebut diarahkan sebagai upaya diversifikasi komoditas sekaligus pengembangan produksi pertanian di atas kolam-kolam budidaya ikan lele yang memiliki kapasitas besar.

Teknik akuaponik sendiri merupakan sistem pertanian yang menggabungkan akuakultur atau budidaya ikan dengan hidroponik atau budidaya tanaman dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Melalui sistem daur ulang ekologi tersebut, sisa pakan dan produk metabolisme dari budidaya ikan yang berpotensi menjadi limbah dapat dikonversi oleh mikroba melalui proses mineralisasi menjadi nutrisi yang kemudian diserap oleh tanaman.

“Teknik ini akan mendukung efisiensi kinerja pertanian,” ujar Ubaidillah, Ketua Kelompok KKN Universitas Annuqayah Posko 58.

Menurutnya, penerapan akuaponik tidak hanya menawarkan metode pertanian yang lebih inovatif, tetapi juga menjadi solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang telah tersedia di lingkungan Unit Petani Assalam.

Kepala Unit Petani Assalam, Abdul Gaffar, menyambut positif program yang digagas mahasiswa KKN Universitas Annuqayah tersebut.

Ia mengaku gembira karena inovasi akuaponik dinilai mampu membuka peluang pengembangan produksi pertanian sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk mencoba metode serupa.

“Kami sangat senang dengan adanya program ini. Selain bisa mengembangkan produksi pertanian, juga diharapkan dapat menginspirasi masyarakat sekitar untuk menerapkan metode yang sama,” ungkapnya.

Tidak berhenti pada penerapan teknologi pertanian, program KKN tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Baca Juga:  Dua Kasus Tragis Bayangi Pencairan BOSP, DPRD Sumenep Tuntut Evaluasi Menyeluruh

Mahasiswa Posko 58 berencana menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT) di sekitar lokasi untuk menggelar pelatihan pembuatan sistem akuaponik serta penguatan wawasan mengenai pertanian.

Pelatihan tersebut juga akan membahas penggunaan pupuk serta implikasinya terhadap kondisi lahan dan pertumbuhan tanaman.

Petani Assalam sendiri merupakan salah satu dari beberapa unit usaha Koppontren Annuqayah yang secara khusus mengembangkan sektor pertanian dan peternakan.

Saat ini, unit tersebut mengembangkan sedikitnya 10 varietas tanaman hortikultura, budidaya sekitar 20 ribu ekor ikan lele, serta seribu ekor bebek.

Hasil produksi Petani Assalam selama ini menjadi salah satu penyuplai berbagai komoditas, mulai dari sayuran, ikan lele hingga bebek, untuk sejumlah warung lokal dan SPPG Annuqayah.

Baca Juga:  WHO Kunjungi Sumenep, KH. Imam Hasyim Pastikan Imunisasi Campak Aman dan Halal

Pemilihan selada sebagai salah satu komoditas yang dikembangkan melalui sistem akuaponik juga dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup menjanjikan.

Harga selada di pasaran daerah saat ini relatif tinggi seiring meningkatnya kebutuhan dari warung makan, gerai-gerai UMKM yang terus berkembang, hingga kebutuhan penyediaan pangan bagi SPPG yang melayani sekolah-sekolah.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Annuqayah berharap sistem pertanian akuaponik tidak hanya menjadi proyek selama masa pengabdian, tetapi dapat berkembang menjadi model pertanian produktif dan berkelanjutan yang memberikan nilai ekonomi bagi Koppontren Annuqayah maupun masyarakat sekitar.

Program ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan, pesantren, unit usaha produktif dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan dan pengembangan ekonomi lokal. (Adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
KSOP Kalianget Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran, Penumpang Diminta Disiplin
Dua Kades Terseret Narkotika, Terancam Dicopot dari Jabatan
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

KSOP Kalianget Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran, Penumpang Diminta Disiplin

Berita Terbaru