Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan

- Editorial Team

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dapurpos.com/, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mematuhi kebijakan penggunaan peci hitam nasional selama peringatan Bulan Bung Karno 2026. Meski instruksi telah diberlakukan, masih ditemukan sejumlah ASN pria yang belum mengenakan atribut tersebut saat apel gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Anwar Yusuf Sahroni saat memimpin Apel Upacara Gabungan ASN di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (15/6/2026).

Apel tersebut dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat Eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta ASN di lingkungan Pemkab Sumenep.

Dalam apel itu masih terlihat sejumlah ASN pria yang belum mengenakan peci hitam sebagaimana instruksi yang telah diberlakukan selama Bulan Bung Karno. Kondisi tersebut menjadi perhatian Sekdakab agar seluruh ASN lebih disiplin dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala DLH Sumenep Anwar Yusuf Sahroni menegaskan bahwa penggunaan peci hitam bukan sekadar pelengkap atribut seragam kedinasan. Menurutnya, peci hitam merupakan simbol penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang selama ini identik dengan peci nasional.

“Atas arahan Bapak Sekretaris Daerah, kami kembali mengingatkan seluruh ASN pria agar mengenakan peci hitam selama Bulan Bung Karno. Ini bukan hanya soal atribut, tetapi bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai Proklamator Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan pemerintahan,” ujar Anwar saat menyampaikan pesan Sekdakab Agus Dwi Saputra.

Menurutnya, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. ASN memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga:  Pemangkasan Anggaran oleh Pemerintah Pusat, Bisakah Daerah Mengatur Strategi?

Karena itu, seluruh pimpinan perangkat daerah diminta turut mengingatkan pegawainya agar mematuhi instruksi penggunaan peci hitam nasional selama Juni 2026.

Anwar Yusuf Sahroni juga menegaskan bahwa kedisiplinan ASN dalam mematuhi aturan merupakan bagian dari integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

“Bapak Sekda berharap seluruh ASN menunjukkan kepatuhan terhadap instruksi ini. Yang paling penting bukan hanya mengenakan peci hitam, tetapi bagaimana meneladani semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan Bung Karno terhadap bangsa dan negara dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Sumenep menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan birokrasi. Melalui gerakan penggunaan peci hitam nasional, ASN diharapkan tidak hanya mengenang jasa sang proklamator, tetapi juga menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, serta pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Polemik Seleksi Sekda Sumenep 2026: AWDI Menolak Ajakan Sepakat Pansel

Instruksi tersebut berlaku sepanjang Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Karno sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Berita Terbaru