SUMENEP, DAPURPOS.COM – Empat siswa MAN Sumenep bersiap mengambil peran sebagai penggerak edukasi kesehatan di kalangan remaja setelah lolos seleksi Duta Kesehatan Remaja Kabupaten Sumenep 2026. Mereka diharapkan menjadi pelopor yang menyebarkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, gizi, dan perilaku hidup sehat kepada teman sebaya.
Keempat siswa tersebut adalah Mohammad Syarif Hidayatullah, Tsamara Izdihar R., Moh. Rico, dan Putri Fazira. Mereka berhasil melewati seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara untuk melaju ke tahap pembinaan yang digelar pada 21, 22, dan 25 Oktober 2026.
Keikutsertaan mereka bukan sekadar membawa nama madrasah. Para peserta diharapkan mampu menjadi penghubung informasi kesehatan yang benar bagi remaja, sekaligus mendorong teman sebaya agar lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembinaan yang diinisiasi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Sumenep tersebut dipusatkan di Aula Graha Wiyata MAN Sumenep. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sumenep.
Kepala MAN Sumenep, Zaini Mukhsin, mengapresiasi keberhasilan empat siswanya menembus tahap pembinaan. Ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas mereka sebagai calon duta kesehatan yang mampu memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
“Kami sangat mengapresiasi capaian anak-anak yang berhasil lolos hingga tahap pembinaan ini. Kepercayaan menjadikan Aula Graha Wiyata MAN Sumenep sebagai pusat pembinaan tentu menjadi kehormatan tersendiri,” kata Zaini, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, penguasaan materi kesehatan reproduksi, gizi, dan komunikasi publik menjadi bekal penting bagi para siswa untuk menjalankan peran edukasi secara tepat. Dengan pengetahuan tersebut, mereka diharapkan tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat, tetapi juga mampu mengajak remaja lain menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Zaini menegaskan, keberhasilan para siswa tidak cukup diukur dari pencapaian gelar. Hal terpenting adalah kemampuan mereka mengimplementasikan pengetahuan dan menularkan kebiasaan sehat kepada teman sebaya.
“Harapan kami, para murid tidak sekadar berburu gelar juara, tetapi benar-benar menyerap ilmu selama pembinaan agar mampu menjadi agen perubahan yang menularkan gaya hidup sehat bagi teman sebayanya,” ujarnya.
Melalui peran aktif empat siswa tersebut, MAN Sumenep berharap edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan menumbuhkan kesadaran remaja untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Penulis : Adie
Editor : Man's
Sumber Berita: Dapurpos.com













