BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

- Editorial Team

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dapurpos.com/, SUMENEP – Di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, masyarakat kembali dihadapkan pada persoalan lain, yakni melonjaknya harga BBM eceran yang dijual jauh di atas harga normal.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, sejumlah penjual BBM eceran di wilayah pedesaan menjual bensin dengan harga mencapai Rp15.000 per liter. Kondisi tersebut memicu keluhan warga yang kesulitan memperoleh BBM di SPBU akibat antrean panjang dan keterbatasan pasokan.

Kenaikan harga di tingkat pengecer dinilai semakin membebani masyarakat, terutama para pekerja, nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Aktivis pemuda Sumenep, Sudirman, menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep harus segera mengambil langkah konkret untuk mengawasi distribusi BBM sekaligus mencegah praktik spekulasi harga yang merugikan masyarakat.

“Kelangkaan BBM ini jangan sampai dijadikan kesempatan untuk mencari keuntungan berlebihan. Pemerintah harus memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk mempermainkan harga,” ujar Sudirman, Kamis (25/6/2026).

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait melakukan pengawasan terhadap SPBU yang diduga melayani pembelian menggunakan jeriken tanpa prosedur dan izin yang jelas. Menurutnya, praktik semacam itu berpotensi memicu penimbunan maupun distribusi yang tidak tepat sasaran.

“Hal ini harus menjadi perhatian khusus Pemkab Sumenep. Jangan sampai ada SPBU yang bermain dengan mafia BBM, dan jangan sampai ada pengecer yang mengambil kesempatan dengan menaikkan harga hingga 50 persen dari harga normal di tengah kesulitan masyarakat,” tegasnya.

Sudirman menambahkan, ketegasan pemerintah sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak menjadi korban ganda akibat kelangkaan BBM dan tingginya harga jual di tingkat pengecer.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep menindak tegas SPBU yang melayani pengisian menggunakan jerigen tanpa izin resmi, serta memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi ini dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Masyarakat tidak boleh terus dirugikan,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep masih berharap pasokan BBM segera kembali normal sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas warga dapat berjalan tanpa hambatan. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru