Bupati Sumenep Warning Pembeli Tembakau: Harga Jangan Tekan Petani di Bawah Titik Impas

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dapurpos.com/, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan tidak ingin musim panen tembakau 2026 justru menjadi momentum yang merugikan petani. Pemerintah daerah memastikan pengawasan terhadap tata niaga dan harga tembakau akan diperketat agar hasil panen tidak dibeli di bawah Titik Impas Harga Tembakau (TIHT).

Bupati Sumenep,Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. menegaskan, petani harus mendapatkan harga yang sepadan dengan biaya produksi dan kerja keras yang telah dikeluarkan selama satu musim tanam.

Menurutnya, persoalan harga menjadi salah satu titik krusial yang menentukan nasib petani tembakau. Ketika harga jatuh di bawah titik impas, petani bukan hanya kehilangan keuntungan, tetapi berpotensi mengalami kerugian.

Karena itu, Pemkab Sumenep berkomitmen mengawal langsung jalannya musim panen tembakau 2026. Pengawasan akan diarahkan untuk memastikan transaksi berjalan secara wajar dan tidak ada pihak yang memanfaatkan posisi petani ketika memasuki masa panen.

“Harapan kami, petani mendapatkan harga yang layak. Jangan sampai harga jual tembakau berada di bawah titik impas karena itu jelas akan memberatkan dan merugikan petani,” tegas Fauzi.

Pemkab juga mengingatkan para pembeli maupun perusahaan rokok agar ikut menjaga stabilitas harga. Penyerapan tembakau lokal dinilai tidak hanya berkaitan dengan kepentingan industri, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi ribuan keluarga petani di Sumenep.

Baca Juga:  Kunjungan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Apresiasi Pembangunan Tugu Keris

Bupati berharap perusahaan rokok dan pelaku usaha tidak menjadikan kondisi panen sebagai alasan untuk menekan harga di tingkat petani.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan berupaya menciptakan keseimbangan antara kepentingan petani dan pelaku usaha. Namun, keseimbangan tersebut tidak boleh dibangun dengan mengorbankan petani sebagai produsen utama.

“Petani sudah mengeluarkan biaya, tenaga dan waktu. Maka hasil panennya harus dihargai secara layak,” ujarnya.

Selain persoalan harga, Pemkab Sumenep juga mendorong petani meningkatkan kualitas tembakau. Kualitas yang baik diharapkan memperkuat posisi tawar petani dalam menghadapi pembeli sekaligus meningkatkan daya saing tembakau Sumenep.

Baca Juga:  Kepala Bapenda Sumenep Ikuti Lomba Memasak Antar OPD di Lingkungan Pemkab Sumenep

Pemerintah daerah menilai sinergi antara petani, pemerintah, perusahaan rokok dan seluruh pelaku tata niaga menjadi kunci agar musim panen 2026 berjalan kondusif.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, Pemkab Sumenep berharap tidak terjadi praktik perdagangan yang merugikan petani. Targetnya jelas, harga tembakau tidak jatuh di bawah titik impas dan petani tetap memperoleh keuntungan yang layak dari hasil panennya. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026
Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut
Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja
KSOP Kalianget Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran, Penumpang Diminta Disiplin
Dua Kades Terseret Narkotika, Terancam Dicopot dari Jabatan
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Bersinar di Duta Kesehatan Remaja 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Iming-iming Surga dan Umur Panjang, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:26 WIB

Empat Siswa MAN Sumenep Disiapkan Jadi Penggerak Kesehatan Remaja

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:55 WIB

KSOP Kalianget Tegaskan Aturan Keselamatan Pelayaran, Penumpang Diminta Disiplin

Berita Terbaru