Sumenep, Dapurpos.Com. – Bungkamnya PJ Kepala Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura menimbulkan tanda tanya besar di benak aktivis sumenep.
Kuat dugaan, Faizal yang disebut-sebut sebagai PJ kepala Desa Karangnangka sangat tau betul terkait asal-usul mobil minibus jenis Luxio warna putih bertuliskan Mobil Siaga Desa Karangnangka yang ber plat hitam dengan No Pol M 1274 AD itu, meskipun itu masih jamannya kepala desa lama.
Namun, Faizal seakan sengaja menyembunyikan itu semua saat sejumlah wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Sumenep mempertanyakan asal usul sumber anggarannya untuk membeli mobil tersebut.
Sampai berita ini tayang dua kali, Faizal masih enggan membalas konfirmasi awak media yang sudah terkirim ke nomor WhatsApp nya sejak jumat (16-8-2024) kemaren.
“Mengemban jabatan PJ saja sudah sok seperti itu, apalagi nanti jadi Kepala Dinas, apa harus membawa rekom dari Sekda atau Bupati Sumenep agar faizal mau ngangkat telpon dari wartawan? Ingat jabatan PJ hanya 6 bulan, jangan sok-sok an lah, ” ucap Raisul Hadi singkat kepada media ini yang ikut geram atas sikap yang ditunjukkan Faizal.
Diberitakan sebelumnya, Sebuah mobil berwarna putih jenis minibus dengan merk Luxio bertuliskan Mobil Siaga Desa Karangnangka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, mulai menjadi sorotan publik lantaran tidak wajar.
Sebab, mobil Siaga Desa dengan nomor polisi M 1274 AD milik Pemerintah Desa Karangnangka tidak mengunakan plat merah seperti biasanya, justru menggunakan plat hitam layaknya mobil pribadi.
Camat Rubaru, Tabrani saat dikonfirmasi awak media mengaku tidak mengetahui soal mobil siaga desa yang bertuliskan Mobil Siaga Desa Karangnangka yang ber plat hitam tersebut.
“Saya kurang tahu, tapi kalau itu mobil desa hasil pengadaan biasanya pake plat merah, mungkin itu punya pribadi,” ucapnya.
Saat dicecar beberapa pertanyaan termasuk regulasi atau aturan yang memperbolehkan desa menganggarkan pembelian mobil siaga, Tabrani beralibi bahwa itu urusan pribadi kepala desa dalam melayani masyarakat.
“Kadang itu merupakan bentuk keinginan pribadi untuk melayani masyarakat, tapi yang jelas terkait pengadaan saya belum menanyakannya,” terangnya. Jumat (16/8/2024).





