SUMENEP PENTAHELIX, BERANIKAH PEMKAB ARAHKAN SEMUA CSR UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM?

- Editorial Team

Minggu, 13 September 2026 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini oleh : Mantan Relawan AF

SUMENEP / DAPURPOS.COM — Di tengah kondisi APBD yang disebut semakin terbatas akibat pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sumenep membutuhkan terobosan baru.

Salah satunya dengan memaksimalkan kekuatan pentahelix melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gagasannya sederhana, tetapi membutuhkan keberanian politik.

Bagaimana jika seluruh CSR perusahaan yang ada di Sumenep disatukan dalam satu misi pembangunan daerah?

Bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi seluruh CSR dikonsolidasikan dan diarahkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Dampak Positif dan Negatif Pemotongan Anggaran oleh Pemerintah Pusat bagi Daerah

Misalnya, 60 persen dari seluruh CSR diarahkan untuk infrastruktur, seperti perbaikan jalan, penerangan dan penguatan akses listrik.

Sementara 40 persen lainnya difokuskan untuk penguatan SDM, salah satunya melalui program 1 Kecamatan 1 Sarjana.

Jika kemampuan dan dukungan perusahaan memungkinkan, program tersebut dapat dikembangkan menjadi 1 Desa 1 Sarjana.

Bayangkan jika seluruh perusahaan yang ada di Sumenep duduk bersama dan memiliki satu visi: CSR untuk memperkuat Sumenep.

Dengan konsep ini, CSR tidak lagi sekadar menjadi program perusahaan masing-masing, tetapi menjadi kekuatan kolektif untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan.

Baca Juga:  Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik

Infrastruktur yang baik membuka akses ekonomi. SDM yang kuat menjadi modal jangka panjang bagi daerah.

Tentu, gagasan ini membutuhkan pemetaan, transparansi, koordinasi dan kesepakatan bersama. Namun jika tidak pernah dimulai, kapan Sumenep bisa memiliki model CSR yang benar-benar terintegrasi?

Beranikah Pemkab Sumenep mengambil langkah tersebut?

Saya yakin, insyaallah, terobosan ini akan lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Bupati Sumenep juga memiliki waktu hingga 2030. Sebelum masa kepemimpinannya berakhir, ada peluang untuk meninggalkan legacy yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga:  Jalan Rusak, Kepercayaan Retak: Potret Buram Tata Kelola Desa Karangnangka

Bukan hanya pembangunan yang terlihat, tetapi juga generasi muda yang mendapatkan kesempatan pendidikan lebih tinggi.

Saatnya seluruh CSR perusahaan 100% di Sumenep disatukan dalam satu misi besar: membangun infrastruktur dan memperkuat SDM.

“Saya yakin, insyaallah, terobosan ini lebih menyentuh langsung. Sudah saatnya Bupati membuat legacy di ingatan masyarakat sebelum masa purnanya di tahun 2030,” ujar seorang mantan relawan AF yang meminta namanya tidak disebutkan. (red)**


 

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?
Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa
KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas
Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep
“Di Balik Api dan Asa: Sang Koki yang Mengendalikan Rasa”
Kursi Singgasana Sekda Sumenep dan Bahaya Kompromi Politik
Balon Sekda di Ujung Pensiun, Antara Sah Regulasi dan Abai Nalar Anggaran
Jalan Rusak, Kepercayaan Retak: Potret Buram Tata Kelola Desa Karangnangka
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:47 WIB

SUMENEP PENTAHELIX, BERANIKAH PEMKAB ARAHKAN SEMUA CSR UNTUK INFRASTRUKTUR DAN SDM?

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Kalau NU Terpuruk Gara-Gara Alumni HMI, Berarti Kaderisasi PMII Tak Pernah Berhasil?

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:11 WIB

Kelangkaan BBM di Sumenep Jangan Dianggap Persoalan Biasa

Minggu, 7 Juni 2026 - 21:00 WIB

KDMP dan MBG: Ketika Program Ambisius Berpotensi Membebani Keuangan Negara dan Meleset dari Prioritas

Jumat, 20 Maret 2026 - 15:25 WIB

Takbir Bergema, Jalan Rusak Menyapa: Ironi Lebaran di Kepulauan Sumenep

Berita Terbaru