Bupati Sumenep Serahkan Penghargaan ke Elemen Masyarakat yang Berkontribusi Langsung Dalam Pertanian

- Editorial Team

Kamis, 23 Januari 2025 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, dapurpos.com/ – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep menggelar acara Temu Ramah dan Apresiasi bersama Bupati Sumenep, [Nama Bupati], dengan tema “Mengasah Kuat Menuai Hasil: Refleksi dan Harapan Tahun 2025”.

Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep pada Kamis (23 Januari 2025) dan dihadiri oleh berbagai elemen yang berkontribusi pada sektor pertanian di Sumenep.

Hadir dalam acara ini Bupati Sumenep berserta jajaran Kepala Forkopimda dan OPD, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian se Madura, Perwakilan dari PT Pokphand, Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah Provinsi Jawa Timur, Ratusan penyuluh pertanian, ratusan kios pupuk, distributor pupuk, asosiasi bawang merah, asosiasi pisang, petani milenial, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), Inseminator, Perkumpulan Kelompok Tani Sumekar dan sejumlah tokoh lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep, Dr H. Achmad Fauzi Wongsojudo SH, MH menyampaikan apresiasi atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Sumenep. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian yang lebih baik di masa depan.

“Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Saya harap, melalui refleksi ini, kita semua semakin solid dalam bekerja dan terus berinovasi untuk menghadapi tantangan di tahun 2025,” ujar Bupati Sumenep.

Lebih jauh, Bupati Fauzi Wongsojudo menuturkan bahwa dirinya berterima kasih kepada DKPP yang telah konsisten dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Terima kasih juga kepada Kepolisian dan TNI yang ikut serta dan berkolaborasi terhadap kesuksesan pemerintah ini. Termasuk Kejaksaan yang telah terbuka dalam konsultasi di bidang hukum terkait perkembangan hukum yang ada di Indonesia ini,” imbuhnya.

Menurut orang nomer wahid di Pemkab Sumenep ini, SDM Petani, Lahan pertanian, Alat mesin pertanian, dan Market pertanian adalah rangkaian utama di sektor pertanian modern. Dimana, salah satu menekan biaya produksi yaitu penggunaan alat mesin pertanian.

“Kita semua sudah mendengarkan tadi, pihak PT Pokphand siap menyerap hasil produksi khususnya jagung yang ada di Kabupaten Sumenep. Termasuk dari perwakilan produksi pupuk Indonesia yang menjamin ketersediaan. Inshaallah kabupaten sudah lengkap semua.” Tutupnya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Drs Chainur Rasyid M.Si, mengungkapkan bahwa acara ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian di tahun-tahun sebelumnya, sekaligus menyusun strategi yang lebih baik ke depan. Ia juga memberikan penghargaan kepada para penyuluh, petani, dan organisasi yang telah memberikan kontribusi besar dalam memajukan sektor pertanian.

“Melalui tema ‘Mengasah Kuat Menuai Hasil,’ kami ingin menegaskan bahwa kerja keras dan kolaborasi adalah kunci keberhasilan. Tahun 2025 harus menjadi tahun penuh harapan untuk pertanian Sumenep,” katanya.

Menurut Chainur Rasyid, Kabupaten Sumenep merupakan daerah yang mempunyai hamparan pertanian yang cukup luas. Sehingga, beberapa komoditas menjadi komuniti andalan bahkan terbesar se Jawa Timur.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Turun Langsung Meriahkan JJS Desa Pangarangan

“Total luasan sektor pertanian sekitar 131.000 haktare yang ada di kabupaten Sumenep. Populasi kelapa terbesar se Jawa Timur, sedangkan Sapi sekitar 175. 000 populasi, Kambing 157.335.000., Olahan Bawang merah Sumenep yang cukup terkenal yang ter sentra di desa Basoka, Rubaru,” ungkap Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid.

 

“Termasuk Cabe Rawit dan Besar Sumenep sudah cukup, sedangkan Cabe jamu yang sudah dipatenkan sejak 1984 dari Bluto dan Pragaan. Hingga, Komitmen kami saat ini yakni Dari Sumenep untuk Indonesia,” tambahnya.

Dirinya juga menyampaikan, saat ini DKPP siap launching aplikasi hasil olahan pertanian Sumenep. Sesuai dengan arahan menteri pertanian yaitu Menuju Pertanian yang Tangguh, Modern dan Mandiri.

“Saat ini kami mempersiapkan aplikasi yang dapat memudahkan sektor pertanian di Kabupaten” pungkasnya. (jar/man).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas
Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG
Kasus BBM Seret Anggota Polairud, JSP Desak Kejari Sumenep Buka Proses Hukum
Pilkades 2027 Sumenep: 246 Desa Disiapkan, E-Voting dan Manual Bakal Diterapkan
Sembilan Bulan Gaji Perangkat Desa Pagerungan Besar Menunggak, DPMD Sumenep Ancam Langkah Hukum
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Wabup Sumenep Tegas! Kepala Sekolah Tak Cukup Urus Administrasi, Mutu Pendidikan Harus Jadi Prioritas

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Damkar Sumenep Latih Siswa Cegah Kebakaran dan Tangani Kebocoran LPG

Berita Terbaru