cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Sumenep Siapkan Lompatan EBT, Bappeda Libatkan BRIN dan Akademisi

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah akademisi dalam rangka koordinasi kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT), Kamis (22/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat arah pembangunan daerah lima tahun ke depan yang berbasis keberlanjutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa isu energi saat ini tidak lagi sebatas persoalan ketersediaan pasokan, melainkan telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi daerah.

Menurutnya, transisi menuju Energi Baru Terbarukan merupakan sebuah keniscayaan yang harus dipersiapkan secara matang melalui kebijakan yang terencana dan berbasis riset ilmiah. Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lembaga riset nasional.

“Dalam konteks inilah peran BRIN menjadi sangat strategis, khususnya dalam penyediaan basis data, kajian ilmiah, serta pengembangan teknologi tepat guna sesuai potensi lokal daerah,” ujarnya.

Arif yang dikenal dengan gagasan visionernya itu menekankan, Bappeda Sumenep berkomitmen menjadikan kebijakan EBT sebagai bagian integral dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, mulai dari RPJPD, RPJMD hingga RKPD. Pengembangan energi terbarukan akan diarahkan secara terintegrasi dan berkelanjutan agar tidak sekadar menjadi wacana.

Baca Juga :  Gili Iyang Terkenal Dengan Wisata Pulau Oksigen dan Pemandangan Alami

Kabupaten Sumenep sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, seperti tenaga surya, biomassa, biogas, serta energi berbasis kearifan lokal. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan riset dan inovasi agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu menjembatani antara ilmu pengetahuan dan praktik pembangunan di tingkat daerah. Dengan demikian, kebijakan yang dirumuskan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan implementatif.

“Melalui forum koordinasi ini, kami berharap terbangun kesamaan visi antara pemerintah pusat dan daerah. Selain itu, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan EBT yang realistis dan sesuai karakteristik wilayah Sumenep,” tegasnya.

Bappeda Sumenep juga menekankan pentingnya model pengembangan energi terbarukan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, sehingga manfaatnya dirasakan secara luas dan berkelanjutan. Kemandirian energi daerah, lanjut Arif, akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Ribuan Warga Padati Rokat Desa Bluto, Pengajian Akbar Bersama KH. Musleh Adnan Jadi Puncak Acara

Pihaknya menyampaikan apresiasi atas komitmen dan pendampingan BRIN dalam penguatan kebijakan energi daerah. Sinergi antara pemerintah daerah, BRIN, dan kalangan akademisi diharapkan menjadi langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi tersebut, Kabupaten Sumenep membangun optimisme untuk mendorong pengembangan Energi Baru Terbarukan sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah dalam lima tahun mendatang.