cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Ribuan Warga Padati Rokat Desa Bluto, Pengajian Akbar Bersama KH. Musleh Adnan Jadi Puncak Acara

SUMENEP, DAPURPOS.COM – Lapangan Desa Bluto, Kecamatan Bluto, berubah menjadi lautan manusia pada Senin (17/11/2025) saat ribuan warga hadir dalam rangkaian Selamat Desa atau Rokat Desa yang dikemas dengan pengajian akbar. Tahun ini, tradisi tahunan tersebut menghadirkan penceramah kondang, KH. Musleh Adnan, Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Ta’limiyah Pamekasan.

Suasana berlangsung meriah namun tetap khidmat. Deretan tamu penting tampak hadir, di antaranya Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H., jajaran Forkopimka Bluto, para tokoh agama, tokoh masyarakat, seluruh kepala desa se-Kecamatan Bluto, Kades Bluto Heni Susilowati, serta Anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB, Akhmadi Yasid, S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati KH. Imam Hasyim menyampaikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan Rokat Desa yang tahun ini dikemas lebih religius. Tradisi budaya yang dipadukan dengan pengajian akbar dinilai mampu menumbuhkan kesadaran spiritual sekaligus menjaga kearifan lokal masyarakat.

“Saya mengapresiasi penuh tradisi Rokat Desa yang tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga sarana siraman rohani. Ini momen penting untuk mengingat jati diri kita sebagai hamba Allah,” ujar Wabup KH. Imam Hasyim.

 

Baca Juga :  Lembar XIII, Fauzi As : Takdir Pulau Terpulaukan

Ketua DPC PKB Sumenep itu menegaskan bahwa kegiatan religius seperti pengajian akbar memiliki peran strategis dalam memperkuat silaturahim serta memperkokoh persatuan warga Bluto.

Menurutnya, kegiatan keagamaan merupakan pilar penting dalam menjaga aqidah dan nilai kebersamaan.

“Pengajian adalah benteng moral umat. Ketika masyarakat berkumpul dalam kebaikan seperti ini, aqidah Ahlusunnah wal Jamaah semakin kokoh dan masyarakat tidak mudah terpengaruh paham radikal yang merusak ukhuwah,” tegasnya.

Di hadapan ribuan jamaah, Wabup juga mengingatkan pentingnya kecintaan masyarakat kepada para ulama, karena ulama adalah pewaris ajaran Rasulullah SAW.

“Mencintai ulama berarti mencintai Rasulullah. Semoga rasa cinta itu membawa kita semua pada syafaat di hari kebangkitan kelak,” pungkasnya.

Sementara itu, tausiyah KH. Musleh Adnan menjadi puncak acara. Dengan penyampaian yang tegas, hangat, dan penuh nasihat, beliau mengajak masyarakat untuk memperkuat iman, menjaga kerukunan, serta menjadikan Rokat Sesa sebagai simbol rasa syukur atas nikmat Allah SWT.

Baca Juga :  SDN Panaongan III Raih Dua Gelar Juara pada Lomba O2SN Tingkat Kecamatan Pasongsongan

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Musleh Adnan. Tradisi Rokat Sesa tahun ini diharapkan menjadi energi baru bagi masyarakat Bluto untuk terus merawat nilai religius, memperkuat persaudaraan, dan menjaga tradisi luhur yang diwariskan para leluhur.