Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan

- Redaksi

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.Com, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mematuhi kebijakan penggunaan peci hitam nasional selama peringatan Bulan Bung Karno 2026. Meski instruksi telah diberlakukan, masih ditemukan sejumlah ASN pria yang belum mengenakan atribut tersebut saat apel gabungan di lingkungan Pemkab Sumenep.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Agus Dwi Saputra, S.Sos., M.Si., melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Anwar Yusuf Sahroni saat memimpin Apel Upacara Gabungan ASN di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (15/6/2026).

Apel tersebut dihadiri Sekdakab Sumenep Agus Dwi Saputra, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat Eselon III dan IV, pejabat fungsional, serta ASN di lingkungan Pemkab Sumenep.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam apel itu masih terlihat sejumlah ASN pria yang belum mengenakan peci hitam sebagaimana instruksi yang telah diberlakukan selama Bulan Bung Karno. Kondisi tersebut menjadi perhatian Sekdakab agar seluruh ASN lebih disiplin dalam menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala DLH Sumenep Anwar Yusuf Sahroni menegaskan bahwa penggunaan peci hitam bukan sekadar pelengkap atribut seragam kedinasan. Menurutnya, peci hitam merupakan simbol penghormatan kepada Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yang selama ini identik dengan peci nasional.

“Atas arahan Bapak Sekretaris Daerah, kami kembali mengingatkan seluruh ASN pria agar mengenakan peci hitam selama Bulan Bung Karno. Ini bukan hanya soal atribut, tetapi bentuk penghormatan kepada Bung Karno sebagai Proklamator Republik Indonesia sekaligus upaya memperkuat semangat nasionalisme di lingkungan pemerintahan,” ujar Anwar saat menyampaikan pesan Sekdakab Agus Dwi Saputra.

Menurutnya, Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. ASN memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, termasuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, seluruh pimpinan perangkat daerah diminta turut mengingatkan pegawainya agar mematuhi instruksi penggunaan peci hitam nasional selama Juni 2026.

Anwar Yusuf Sahroni juga menegaskan bahwa kedisiplinan ASN dalam mematuhi aturan merupakan bagian dari integritas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

“Bapak Sekda berharap seluruh ASN menunjukkan kepatuhan terhadap instruksi ini. Yang paling penting bukan hanya mengenakan peci hitam, tetapi bagaimana meneladani semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan Bung Karno terhadap bangsa dan negara dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Sumenep menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum memperkuat karakter kebangsaan di lingkungan birokrasi. Melalui gerakan penggunaan peci hitam nasional, ASN diharapkan tidak hanya mengenang jasa sang proklamator, tetapi juga menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, serta pengabdian kepada masyarakat.

Instruksi tersebut berlaku sepanjang Juni 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada Bung Karno sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. (adie/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi Polri Jadi Kunci Stabilitas Daerah di Hari Bhayangkara ke-80
Aktivis Pemuda Sumenep Soroti Pernyataan Pemkab soal BBM Subsidi: Dinilai Tak Sesuai Fakta di Lapangan
Rangkap Jabatan Sekdes Jadi Sorotan, DPMD Siapkan Tindakan
Kawal BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Pungli dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Muskab KORPRI Sumenep Jadi Ajang Konsolidasi ASN, Wabup Tekankan Profesionalisme Pelayanan Publik
Jangan Jadi Formalitas, Bupati Sumenep “Gedor” Peran TACB sebagai Penentu Arah Pelestarian Sejarah
Wabup Sumenep Pimpin Apel Gabungan, Serahkan Hibah Perahu untuk Desa di Kepulauan Kangean
ASN Sumenep Wajib Tanpa BBM Tiap Jumat, Pemkab Tegaskan Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:42 WIB

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi Polri Jadi Kunci Stabilitas Daerah di Hari Bhayangkara ke-80

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:32 WIB

Aktivis Pemuda Sumenep Soroti Pernyataan Pemkab soal BBM Subsidi: Dinilai Tak Sesuai Fakta di Lapangan

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:25 WIB

Rangkap Jabatan Sekdes Jadi Sorotan, DPMD Siapkan Tindakan

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:52 WIB

Sekdakab Sumenep Soroti ASN yang Belum Kenakan Peci Hitam, Disiplin Jadi Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:34 WIB

Kawal BSPS 2026, Sekda Tegas Tolak Pungli dan Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Berita Terbaru