dapurpos.com/, SUMENEP – Keresahan melanda sejumlah kelompok petani di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, setelah mereka didatangi tujuh orang yang mengaku berasal dari media dan meminta sumbangan untuk sebuah kegiatan.
Kedatangan rombongan tersebut menjadi sorotan karena dilakukan secara berkelompok. Para petani mengaku merasa tidak nyaman dengan cara kedatangan mereka, terlebih salah seorang dari rombongan disebut menggunakan kendaraan berpelat merah.
“Kami kaget karena yang datang cukup banyak, sekitar tujuh orang. Mereka mengaku dari media dan kemudian meminta sumbangan untuk kegiatan,” ungkap salah seorang anggota kelompok petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kelompok petani bukan berarti menolak kegiatan sosial maupun kemasyarakatan. Namun, kedatangan sejumlah orang yang mengatasnamakan media dengan membawa permintaan sumbangan dinilai perlu dipertanyakan secara terbuka.
Para petani mempertanyakan identitas ketujuh orang tersebut, termasuk nama media yang mereka wakili serta kegiatan yang menjadi dasar permintaan sumbangan.
“Kami hanya ingin jelas. Mereka dari media mana, kegiatannya apa, dan sumbangan itu untuk apa. Jangan sampai masyarakat dibuat resah dengan orang yang mengaku-ngaku sebagai media,” tegasnya.
Keberadaan kendaraan berpelat merah yang digunakan salah seorang rombongan turut menjadi perhatian. Para petani mempertanyakan status kendaraan tersebut dan apakah penggunaannya memiliki kaitan dengan kedatangan rombongan.
Situasi ini dinilai penting mendapat perhatian agar tidak terjadi penyalahgunaan nama media maupun fasilitas yang seharusnya digunakan untuk kepentingan kedinasan.
Kelompok petani berharap pihak terkait dapat melakukan klarifikasi terhadap persoalan tersebut. Mereka juga meminta agar siapa pun yang menjalankan aktivitas jurnalistik di tengah masyarakat dapat menunjukkan identitas dan medianya secara jelas.
Sebab, profesi wartawan memiliki fungsi kontrol sosial dan bekerja berdasarkan kode etik jurnalistik. Permintaan sumbangan kepada masyarakat dengan mengatasnamakan media, apabila benar terjadi, dinilai dapat mencoreng profesionalitas insan pers.
Para petani pun mengimbau kelompok masyarakat lainnya agar tidak langsung memberikan uang atau bantuan apabila didatangi orang yang mengaku sebagai wartawan tanpa kejelasan identitas dan tujuan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut sebagai rombongan tersebut terkait identitas, asal media, tujuan permintaan sumbangan, maupun penggunaan kendaraan berpelat merah. (Adie/red)**













