DAPURPOS.COM, SUMENEP – PB Percasi Sumenep mulai mematangkan agenda besar yang bakal menjadi tonggak penting kebangkitan olahraga catur di Madura. Organisasi tersebut memastikan akan menggelar Kejuaraan Catur Semadura 2026 tepat setelah Idul Fitri 1448 Hijriah, dengan mempertandingkan dua kategori sekaligus: nomor umum dan nomor anak-anak.
Ketua PB Percasi Sumenep, Dr. Mohammad Suharjono, SH, MH, menegaskan bahwa event tersebut bukan hanya turnamen rutin, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem catur yang lebih profesional, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kejuaraan Catur Semadura 2026 kami siapkan sebagai panggung besar bagi para pecatur, baik senior maupun generasi muda. Ini bukan sekadar turnamen, tetapi momentum kebangkitan catur Madura,” ujar Suharjono, Jumat (12/12/2025).
Suharjono menyebut, gagasan penyelenggaraan kejuaraan ini muncul setelah mendapat masukan langsung dari Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi dorongan kuat agar event dapat digelar dengan standar tinggi.
“Bupati Sumenep menyarankan agar kejuaraan ini diselenggarakan dengan standar tinggi, sehingga bisa menjadi wahana pengembangan bakat lokal sekaligus memperkuat citra Sumenep sebagai pusat catur di Madura,” tuturnya.
Pemilihan waktu setelah Idul Fitri juga menjadi pertimbangan matang. Pada periode itu, arus masyarakat yang kembali ke Madura meningkat dan interaksi sosial cenderung lebih terbuka, sehingga dipandang ideal untuk meningkatkan partisipasi publik.
Untuk memastikan kualitas kompetisi, Percasi Sumenep menyiapkan sistem pertandingan sesuai regulasi nasional:
• penggunaan wasit bersertifikat,
• perangkat digital penilaian,
• tata kelola pertandingan yang transparan dan terukur.
Langkah tersebut diproyeksikan mampu memberikan pengalaman bertanding yang lebih baik bagi seluruh peserta, terutama generasi muda yang membutuhkan ruang kompetisi profesional.
“Kami ingin kejuaraan ini menjadi kawah candradimuka bagi pecatur-pecatur muda Madura. Mereka harus punya ruang untuk berkembang, bertanding, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambah Suharjono.
Percasi Sumenep juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, komunitas catur, hingga klub-klub independen di seluruh Madura. Suharjono menilai, keberhasilan event tidak hanya bergantung pada panitia, tetapi juga keterlibatan masyarakat.
“Kami membuka diri bagi siapa pun yang ingin terlibat. Mari bersama-sama menjadikan Sumenep sebagai pusat kegiatan catur yang maju, terbuka, dan berprestasi,” tegasnya.
Dengan persiapan yang terus berjalan, dukungan penuh dari Bupati Sumenep, serta antusiasme komunitas catur yang terus tumbuh, Kejuaraan Catur Semadura 2026 digadang menjadi salah satu event olahraga terbesar di Sumenep tahun depan. Turnamen ini diharapkan bukan hanya memeriahkan kalender olahraga lokal, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi masa depan catur Madura.





