Siang Jalan, Malam Gaspol: Tambang Galian C Diduga Kebal Hukum Warga Resah: “Bencana Sudah di Depan Mata”

- Redaksi

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Aktivitas tambang galian C di wilayah Asta Tinggi, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya telah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dan penutupan oleh petugas gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, para penambang diduga kembali beroperasi secara terang-terangan.

Sejumlah warga sekitar mengeluhkan aktivitas tambang yang disebut-sebut tidak hanya berlangsung pada malam hari, tetapi juga pada siang hari. Warga menilai, aktivitas tersebut seakan tidak mengindahkan tindakan penertiban yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kalau malam memang sering beroperasi, tapi sekarang siang pun mereka tetap bekerja. Suara mesin dan getarannya sangat terasa sampai ke rumah kami,” ujar salah satu warga Asta Tinggi yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Kamis (12/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut warga, getaran yang ditimbulkan dari aktivitas alat berat sangat mengganggu kenyamanan dan menimbulkan kekhawatiran serius akan dampak lingkungan. Selain kebisingan, mereka juga takut terjadi longsor maupun kerusakan lahan yang lebih luas.

“Bencana sudah di depan mata. Kami takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Tapi kami harus melapor ke mana lagi?” keluh warga lainnya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Pemkab Sumenep telah melakukan penutupan terhadap lokasi tambang galian C yang diduga tidak mengantongi izin lengkap. Namun, warga menilai langkah tersebut belum memberikan efek jera.

“Percuma ada sidak kalau kenyataannya mereka tetap bekerja, siang dan malam. Kami berharap pemerintah dan juga aparat penegak hukum (APH) menindak tegas, jangan setengah-setengah. Harus ada efek jera bagi para pelaku penambang,” tegas salah satu perwakilan warga.

Aktivitas tambang galian C ilegal memang menjadi persoalan berulang di sejumlah titik di Kabupaten Sumenep. Selain berpotensi merusak lingkungan, kegiatan tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan warga sekitar.

Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penutupan sementara, tetapi juga mengambil langkah hukum tegas agar aktivitas penambangan yang meresahkan benar-benar dihentikan dan tidak kembali terulang. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Pemkab Sumenep terkait dugaan kembali beroperasinya tambang di kawasan Asta Tinggi tersebut.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya
Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah
Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa
Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi
Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?
Disorot DPRD, Mahasiswa, dan Publik, Sekdes Pagerungan Besar Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala PAUD
Kejari Sumenep Buka Sinyal Baru Kasus Korupsi Logistik KPU, Ekspose Segera Digelar
Menuju Vonis, Kasus Korupsi BSPS Sumenep Masuki Tahap Krusial

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:55 WIB

Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 13:27 WIB

Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa

Senin, 6 Juli 2026 - 13:20 WIB

Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?

Berita Terbaru

Berita

PBB-P2 Sumenep Murah, Diskon hingga 81 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 13:01 WIB