Puskesmas Pandian Gencar Lakukan Edukasi di Wilayah Kerjanya Tentang Bahaya Penyakit Tubercolosis (TBC)

- Editorial Team

Sabtu, 6 Juli 2024 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurpos.com Tubercolosis (TBC) merupakan salah satu penyakit menular dan berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkolosis serta bisa menyebabkan terjadinya kematian bagi penderitanya.

Penularan penyakit TB ini berbagai macam cara, bisa melalui saluran pernafasan serta drouplet yang dikeluarkan oleh si penderita dengan cara hubungan kontak langsung.

Hal tersebut perlu kita pahami dan extra hati-hati agar tidak terjangkit Tubercolosis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyaknya Kasus penyakit TB, Puskesmas Pandian selalu memberikan edukasi dan pemeriksaan secara berkala terhadap pasien TB beserta keluarganya, agar tidak terjadi lonjakan kasus TB di wilayah puskesmas pandian dan sekitarnya.

Foto : Dokumentasi saat petugas memberikan penjelasan dan pemakaian obat kepada pasien

dr. Rheza Rachim salah satu dokter yang bertugas di Puskesmas Pandian memaparkan tentang gejala awal dan bagaimana tata cara penanggulangan serta pengobatan bagi pasien yang terjangkit penyakit TB, berikut penjelasannya,:

Baca Juga:  Di Balik Senyum Nakes: Gaji Minim, Pengabdian Tak Pernah Padam

“Adapun tanda dan gejala tuberkulosis antara lain :

– Batuk yang berlangsung lama (3 minggu atau lebih)

– Batuk biasanya disertai dengan dahak atau batuk darah

– Nyeri dada saat bernapas atau batuk

– Berkeringat di malam hari

– Hilang nafsu makan

– Penurunan berat badan

– Demam dan menggigil

– Kelelahan

Tuberkulosis juga bisa menyerang organ selain paru-paru, seperti TB kelenjar, TB usus dan TB tulang.

Skrining dan pemeriksaan pasien terduga TB menjadi salah satu cara penanggulangan kasus TB yang ada, sehingga akan banyak pasien yg terdiagnosis yg berobat. Ketika semua pasien berobat dan tuntas maka cita-cita pemerintah untuk eliminasi kasus TB tahun 2030 akan terwujud. Bantuan dari kader-kader TB terlatih di Puskesmas Pandian ikut serta dalam penemuan-penemuan kasus baru di lingkungan kerja Puskesmas Pandian.

Untuk pengobatan TB memang membutuhkan kesabaran, konsisten dan komitmen dari pasien karena pengobatan nya yang panjang selama 6 bulan dengan efek samping yang tidak mudah bagi pasien. Membangun komunikasi antara petugas kami di Puskesmas, kader TB di lapangan dan pasien serta keluarga sebagai pengawas minum obat merupakan salah satu dari strategi kami Puskesmas Pandian dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB kami, sehingga tingkat kesembuhan pasien TB kami tinggi dan jumlah pasien TB mangkir obat kami rendah”. Menurut penjelasan yang disampaikan kepada media Dapupos.com, Sabtu, (06/07/’24).

 

Baca Juga:  Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Ajak Masyarakat Sambut Ramadhan dengan Semangat Perubahan
Foto dokumentasi saat evaluasi capaian kinerja puskesmas pandian

Ditempat yang sama, dr.Fatimah Insyoniah dalam paparannya , Selama bulan Januari sampai dengan Juni cakupan penemuan dan pengobatan terhadap penderita TB di wilayah kerja puskesmas pandian sudah mencapai angka 30 pasien. Dimungkinkan pada bulan juli ini sudah ada pasien yang selesai masa pengobatannya serta bisa dinyatakan sembuh. Juga perlu diketahui bahwa, setiap hari kami selalu mengadakan pertemuan selepas jam pelayanan guna mengevaluasi setiap kegiatan staf yang bekerja dalam ruangan maupun dilapangan, agar nantinya bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien yang datang berkunjung ke puskesmas, bisa mencapai hasil kerja yang maksimal, tutup kapus Pandian.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru