SILATURRAHMI BULANAN SATARETANAN SUMENEP BERDAYA : MENAKAR VISI dan MASA DEPAN SUMENEP

- Editorial Team

Minggu, 4 Agustus 2024 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan rutin Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA yang diselenggarakan hari ini, Minggu, 04-08-2024 terasa sangat istimewa. Hanya konsumsi yang tampak konsisten dengan kesederhanaan dan ke-apa-adanya.

Silaturahim dengan tema MENAKAR VISI dan MASA DEPAN MASYARAKAT SUMENEP menghadirkan mantan Bupati Sumenep periode 2010-2020 yaitu KH. Dr. Busyro Karim. Tampak juga beberapa Pengasuh Pondok Pesantren yang ada di wilayah Sumenep, diantaranya Yai Hazmi Basyir, KH. Mawardi, Yai Affan dan Yai Faris. Dan tentu saja pembina Yayasan SATARETANAN SUMENEP BERDAYA yakni KH. Dr. Muhammad Shalahuddin A. Warits.

Dr. KH. Abuya Busyro Karim menyampaikan bahwa saat ini Zaman begitu cepat mengalami perubahan. Dulu masyarakat Madura dan khususnya Sumenep yang dikenal sebagai kota santri telah mengalami degradasi orientasi. Semula idealis menjadi cenderung pragmatis. Jika ada seseorang ingin mencalonkan diri untuk suatu jabatan publik maka pertanyaan pertama banyak oknum adalah wani piro atau berani bayar berapa? 

Tetapi kita tidak perlu terlalu risau, lanjutkan Abuya, nalar pragmatis yang materialistis itu masih bisa dilawan. Dollar tetap bisa lawan dengan moral oleh jati diri yang bermoral.

Kiyai Hazmi juga menyampaikan bahwa masyarakat cukup takut kepada Allah SWT, jangan takut pada uang atau sembako. Janganlah kita menjerumuskan pemimpin dengan tuntutan akan memilih yang BERSE (Beras dan Pesse). Mari belajar jadi pemilih yang cerdas yang bersandar pada integritas dan rekam jejak. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang calon dan diskusikan dengan ahlinya.

Bagi KH. Muhammad Shalahuddin A Warits yang akrab disebut Ra Mamak, saat ini kita punya moments yang penting untuk melakukan uji publik tentang penyelenggaraan pemerintahan dan bakal calon yang akan memerintah di masa yang akan datang. Apakah kita sudah merasa baik-baik saja, nyaman, aman dan sejahtera? Tentu jawabannya akan beragam, bergantung pada subjek yang mengalami interaksi secara langsung ataupun tidak langsung. Namun ketika dirata-rata dengan metode ilmu statistik, kita masih jauh panggang dari api.

Baca Juga:  Sumenep Meriahkan Hari Jadi ke-756 dengan Apel Kolosal Bernuansa Madura, Wabup: “Ini Momentum Refleksi dan Sinergi”

Ra Mamak melanjutkan bahwa : Ada 5 besar problem masyarakat kita yang belum tertangani secara memadai. Yaitu keterbelakangan dan kemiskinan, soal korupsi, infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan dan percepatan pembangunan kepulauan. Dalam hal ini, seharusnya kita punya pencapaian yang luar biasa. Karena selain kemampuan APBD Sumenep, kita banyak menerima program pusat. Tahun ini, untuk program sanitasi dari satu kementerian saja berkisar 15 M. Tetapi di wilayah Pasongsongan sepertinya belum ada MCK untuk umum, bahkan banyak warga buang hajat di ladang dan lereng perbukitan. Ini aneh tapi nyata.

Baca Juga:  60 Kader Posyandu Dapat Pembinaan Lanjutan: Pemkab Sumenep Mantapkan Standar 25 Kompetensi Kader Kesehatan

Lalu kenapa banyak tokoh masyarakat dan tokoh politik takut untuk mencalonkan diri? Kenapa tidak menolak arusisasi calon tunggal? Ra Mamak memberikan jawaban yang menohok.

“Yang takut itu bukan tokoh-tokoh itu, tetapi oknum tokoh partai politiknya”.

Lain halnya dengan direktur Sataretanan Sumenep Berdaya, ia begitu prihatin tentang masa depan demokrasi. Selama ini, satu-satunya Kabupaten di Madura yang sistem demokrasinya berjalan baik hanya di Sumenep. Tetapi akhir-akhir, jelang Pilkada, seperti sedang menggali kuburnya sendiri. Banyak oknum tokoh baik itu tokoh masyarakat ataupun tokoh partai tampak memilih tunduk pada oligarki, sangat pragmatis dan berkebijakan seperti tidak miliki hubungan apapun dengan masyarakatnya. Yang penting diri dan kelompok beruntung dan diuntungkan. Situasi demokrasi Sumenep kita sangat mengenaskan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadinkes Sumenep Ajak ASN Disiplin Jaga Kebersihan dan Kebugaran Tubuh
Pajak Daerah Sumenep Tembus 91,54 Persen, Bapenda Optimistis Lampaui Target 2026
Bapenda Sumenep Beri Penghargaan Wajib Pajak, Perusahaan Setor PBB-P2 di Atas Rp1 Miliar
HUT ke-757 Sumenep, Arif Firmanto Ajak Masyarakat Tinggalkan Jejak Kebaikan Lewat Karya dan Pengabdian
Prestasi Emil Dardak di ITB, DPD HMP Surabaya: Inspirasi Generasi Muda 
Pilkades Sumenep 2027: E-Voting Diusulkan untuk Daratan, Kepulauan Tetap Manual
Banjir Informasi Digital, Bupati Sumenep Ingatkan Pelajar Tak Mudah Terpengaruh
Krisis Air Bersih Melanda Langsar, Baznas Jatim-Sumenep Salurkan Bantuan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:38 WIB

Kadinkes Sumenep Ajak ASN Disiplin Jaga Kebersihan dan Kebugaran Tubuh

Senin, 2 November 2026 - 20:31 WIB

Pajak Daerah Sumenep Tembus 91,54 Persen, Bapenda Optimistis Lampaui Target 2026

Senin, 2 November 2026 - 20:24 WIB

Bapenda Sumenep Beri Penghargaan Wajib Pajak, Perusahaan Setor PBB-P2 di Atas Rp1 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:39 WIB

HUT ke-757 Sumenep, Arif Firmanto Ajak Masyarakat Tinggalkan Jejak Kebaikan Lewat Karya dan Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Prestasi Emil Dardak di ITB, DPD HMP Surabaya: Inspirasi Generasi Muda 

Berita Terbaru