UNTAIAN MELATI WARNAI PELAKSANAAN HARI GURU DI SDN PANAONGAN III

- Editorial Team

Senin, 25 November 2024 - 19:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, dapurpos.com/ Hari Guru Nasional (HGN) merupakan momen bersejarah yang selalu diperingati pada setiap sekolah dan instansi pemerintah. Apalagi Hari Guru Nasional telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Ini menjadi bukti bahwa eksistensi seorang guru cukup diapresiaisi oleh Pemerintah, karena peran dan sosok seorang guru memberikan kontribusi besar bagi kemajuan sebuah peradaban.

Tak ketinggalan pula SDN Panaongan III, sekolah yang letaknya di pinggiran ini namun segudang prestasi telah berhasil ditorehkannya. Pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) kali ini. Ada nuansa yang berbeda dibandingkan pada peringatan tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada petugas upacara yang terdiri dari kolaborasi guru dan siswa, serta hadirnya untaian kalung bunga Melati yang dikalungkan pada salah seorang guru.

“Saya sengaja memadukan siswa dan guru menjadi petugas pada upacara HGN kali ini, karena sosok guru dan murid keberadaannya harus saling mengisi dan memberi satu sama lain. Guru yang baik adalah guru yang tahu akan kebutuhan muridnya, dan Murid yang baik adalah murid yang memperlakukan gurunya sebagaimana orang tua dari diri siswa tersebut saat di sekolah. Jadi guru dan murid harus harmoni dan serasi “, Terang Agus Sugianto, S.Pd.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh kepala sekolah yang selalu tidak lepas dari blangkon ini menjelaskan, bahwa pengalungan bunga melati pada perwakilan guru kelas 1. Memiliki makna filosofi yang dalam, yaitu untuk mendapatkan harum bunga Melati, seseorang harus berkorban terlebih dahulu menyingkirkan duri-duri dari Melati tersebut. Maka murid ataupun siswa, ketika ia menginginkan manfaat dan harumnya ilmu pengetahuan, Ia harus berjuang terlebih dahulu dengan rajin dan giat belajar saat ia duduk di bangku sekolah.

Baca Juga:  Halal Bihalal dan Pelepasan Kepala Bappeda Lama

Sedangkan alasan mengapa perwakilan guru kelas 1 yang dikalungi bunga Melati oleh siswa. Kembali Kepala Sekolah yang juga sekretaris KKKS Kecamatan Pasongsongan ini mengatakan,

“ Guru kelas 1 adalah guru yang sangat luar biasa. Karena ia harus membersamai murid yang mengalami masa transisi dari PAUD ke SD. Ini bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang ekstra ketika mendidik siswa kelas 1. Karena alasan itulah, maka kami memutuskan Melati tersebut agar di kalungkan kepada perwakilan guru kelas 1 “, imbuhnya.

Lebih jauh dalam amanatnya. Kepala sekolah yang aktif mengunggah kegiatan dan program sekolahnya di media sosial menjelaskan tentang Sejarah mengapa tanggal 25 November di peringati sebagai Hari Guru Nasional, serta sepak terjang guru saat jaman pergerakan kemerdekaan dulu.

Baca Juga:  Dari Surabaya ke Korea, Perisai Putih Harumkan Indonesia dengan Dua Emas dan Satu Perunggu

Nuansa khidmat semakin mewarnai peringatan HGN di sekolah ini. Para peserta upacara sangat tertib dan sangat menjiwai sekali. Pembacaan doa menjadi pamungkas dari peringgatan Hari Guru Nasional di sekolah yang terletak di Dusun Campaka Desa Panaongan Kec. Pasongsongan. Tepat pukul 07.45 peserta upacara membubarkan pasukannya, dan dengan tertib para peserta upacara masuk ke kelasnya masing-masing dengan wajah ceria.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
KSOP Kalianget Aktif Dukung Wet Drill Evakuasi Medis Kru Kapal Pan Marine 14 di Blok Maleo
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:05 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal

Berita Terbaru