Jembatan Penghubung Mandele-Pakondang Akhirnya Diaspal, Aktivis Pertanyakan Keterlambatan

- Editorial Team

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Jembatan yang menghubungkan Desa Mandala dan Pakondang kini terlihat lebih baik setelah dilakukan pengaspalan. Namun, kondisi ini justru menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk Bashori, seorang aktivis pemuda Rubaru, yang menyayangkan keterlambatan proyek tersebut.

“Kenapa baru sekarang jembatan ini diaspal? Pekerjaan sudah selesai tahun 2024, padahal jembatan ini sudah lama digunakan oleh masyarakat. Apakah ini kesalahan perencanaan, pelaksana, ataukah Dinas PUTR Sumenep?” ujar Bashori.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti ketiadaan papan prasasti proyek. Menurutnya, jika pelaksanaan proyek telah mencapai 100 persen, seharusnya ada transparansi terkait pengerjaannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keterbukaan publik sangat diperlukan agar tidak menimbulkan prasangka buruk dari masyarakat ,Apalagi, anggaran proyek ini berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Warga sekitar berharap pemerintah dan pihak terkait lebih memperhatikan perencanaan serta pelaksanaan proyek infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat dan transparan.

Baca Juga:  KPU Sumenep Serahkan SK dan Usulan Pengesahan Pasangan Bupati Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024

Sementara media ini berusaha untuk menghubungi pihak pelaksana, perencana, pengawas proyek tersebut tidak mengetahui karena papan prasasti tidak ada. Sedangkan untuk menghubungi dinas terkait masih cuti bersama Idhul fitri.

Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung desa mandala dan pakondang Kecamatan Rubaru mengakibatkan terjadinya kecelakaan sehingga menimbulkan korban.

Jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Desa Pakondang Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep kembali memakan korban. Dalam sepekan terakhir, telah terjadi dua kecelakaan di lokasi tersebut, yang diduga akibat kondisi jembatan yang tidak layak dan membahayakan pengguna.

Baca Juga:  Peringati Maulid Nabi, Jemaah Musholla Az Zahroh Bangselok Gelar Pengajian Umum

Menurut informasi dari warga setempat, kecelakaan pertama menimpa seorang pengendara motor yang terjatuh akibat permukaan jembatan yang licin dan berlubang. Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi ketika sebuah mobil nyaris terguling akibat konstruksi jembatan yang tidak stabil. Beruntung, korban dalam kedua insiden tersebut selamat, meski mengalami luka-luka.

Situasi ini memantik reaksi keras dari para aktivis pemuda Rubaru. Salah satu perwakilan, Basori, menyayangkan lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki jembatan yang telah lama dikeluhkan warga.

“Sudah ada dua kecelakaan, apakah harus menunggu korban jiwa baru ada tindakan? Ini masalah serius! Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi pembangunan jembatan ini. Ada yang keliru dalam perencanaannya, entah dari segi material atau konstruksi,” tegas Basori, Selasa (26/03/25) 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infrastruktur penghubung antar desa seharusnya dibangun dengan standar keamanan yang tinggi, mengingat jembatan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

“Mengaharap secepatnya di lakukan pengaspalan dan berharap semoga bapak camat rubaru juga membantu untuk menyuarakan kepada pihak yang bersangkutan, apabila dalam beberapa hari tidak ad respon positif maka jangan salahkan saya apabila tetap mendasak kepada dinas terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai” Ungkapnya

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan sebelum kejadian serupa terulang. Mereka meminta perbaikan jembatan dilakukan dengan serius agar tidak ada lagi korban akibat kelalaian dalam pembangunan infrastruktur.

Baca Juga:  Konsumen Asal Sumenep Merasa Kecewa Atas Dugaan Kelalaian Pihak Pengelolah Restoran Bromo Hillside

(jar/man)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru