Jembatan Penghubung Desa Mandala-Pakondang Telan Dana Fantastis, Menjadi Pertanyaan Bagi Warga

- Editorial Team

Senin, 31 Maret 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUMENEP, DAPURPOS.COM, Pembangunan jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Pakondang, Kecamatan Rubaru, Sumenep, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek tersebut menelan dana fantastis, namun menyisakan berbagai pertanyaan terkait transparansi dan kualitas pengerjaan.

Basori, seorang aktivis di Kecamatan Rubaru, mengungkapkan keheranannya atas proyek ini. Ia mempertanyakan apakah pengaspalan yang baru saja selesai termasuk dalam kategori pemeliharaan atau merupakan bagian dari kontrak utama pembangunan jembatan.

“Kami mempertanyakan apakah semua item pekerjaan sudah sesuai kontrak atau tidak. Sebab, prasasti proyek yang sebelumnya tidak ada, kini sudah terpasang rapi. Seharusnya, pekerjaan baru dikatakan selesai 100 persen jika semua item telah terpenuhi sesuai kontrak,” ujar Basori.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ia juga menyoroti peran Dinas PUTR dan konsultan pengawas yang menerima proyek ini meskipun diduga belum sepenuhnya rampung.

“Kalau pekerjaan belum selesai, kenapa bisa diterima? Apakah ini kelalaian dari konsultan perencana yang tidak bisa menghitung volume pekerjaan dengan benar?” lanjutnya.

Jembatan tersebut memiliki panjang 8,8 meter dan lebar 6 meter sebagaimana tertera di prasasti proyek. Namun, besarnya anggaran yang dikucurkan dari pajak masyarakat untuk pembangunan ini dinilai tidak sebanding dengan hasil yang ada, sehingga memicu tanda tanya besar di kalangan warga.

Baca Juga:  DPC PDI Perjuangan Sumenep Peringati Bulan Bung Karno dan Idul Adha dengan Berbagi Daging Qurban

Masyarakat berharap adanya transparansi dari pihak terkait, termasuk Dinas PUTR dan kontraktor pelaksana, guna memastikan proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah ditetapkan.

(jar/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru