Gaya Blak-blakan Gubernur Malut Sherly Tjoanda Viral, Tolak Anggaran Rp1,7 Miliar Demi Data Jalan Rusak

- Editorial Team

Selasa, 30 September 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda

Foto : Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda

Maluku Utara, Dapurpos.com – Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda kembali jadi pusat perhatian publik setelah video gaya kepemimpinannya viral di media sosial. Video yang diunggah pada 14 September 2025 itu menampilkan sikap blak-blakan Sherly saat menolak usulan anggaran dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Dalam rekaman tersebut, Sherly mengungkapkan bahwa Dinas PU mengajukan anggaran Rp1,7 miliar hanya untuk melakukan identifikasi jalan rusak di wilayah Malut. Ia menilai jumlah tersebut terlalu besar untuk sekadar pemetaan.

“Dinas PU itu minta anggaran Rp1,7 miliar untuk identifikasi jalan rusak. Menurut saya, banyak banget. Jadi saya bikin video sosialisasi saja. Saya bilang, nggak usah Rp1,7 miliar, tunggu saja habis Lebaran saya sudah punya laporan,” ujar Sherly dalam video itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah alternatif yang dipilih Sherly ternyata efektif. Melalui unggahan sosialisasi di media sosial, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 270 laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di seluruh Malut. Data itu kemudian dijadikan dasar dalam penyusunan kebijakan perbaikan infrastruktur.

“Semua laporan itu Dinas nggak punya, tapi saya punya,” tegasnya.

Terobosan Sherly mendapat apresiasi luas dari publik. Banyak warganet memuji keberaniannya menekan pemborosan anggaran sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat. Tidak sedikit pula yang menilai gaya kepemimpinan Sherly unik karena berani memanfaatkan teknologi untuk menjembatani aspirasi warga.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Sumenep Ajak Masyarakat Teladani Semangat Juang Pahlawan

Apa yang dilakukan Sherly menjadi bukti bahwa membangun daerah tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Dengan kreativitas, keberanian, dan pemanfaatan teknologi, solusi murah, efisien, serta melibatkan masyarakat bisa terwujud. (red)

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru