Belum Puncak Panen, Serapan Gabah Sumenep Sudah Lewati 50 Persen Target

- Editorial Team

Senin, 16 Maret 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DAPURPOS.COM, SUMENEP — Pelaksanaan program Serap Gabah Petani (SERGAP) di Kabupaten Sumenep pada musim panen 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Hingga pertengahan musim panen, jumlah gabah kering yang berhasil diserap telah mencapai sekitar 325 ton dari total target 600 ton yang ditetapkan pemerintah pusat untuk daerah tersebut.

Angka tersebut menandakan bahwa lebih dari separuh target penyerapan telah terpenuhi. Dengan kondisi panen yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga setelah Hari Raya Idul fitri, peluang untuk mencapai bahkan melampaui target serapan dinilai semakin terbuka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa puncak panen di wilayah Sumenep diperkirakan baru terjadi usai Hari Raya Idhul fitri.

“Saat ini di Sumenep panen belum mencapai puncak. Puncak panen diperkirakan habis Lebaran,” ujar Chainur Rasyid.

Menurutnya, capaian 325 ton gabah kering hingga saat ini merupakan perkembangan yang cukup menggembirakan dalam pelaksanaan program SERGAP di Kabupaten Sumenep. Apalagi, program tersebut menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap agenda besar ketahanan pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat.

Chainur Rasyid menambahkan, meningkatnya minat petani menjual gabah ke Bulog tidak lepas dari harga pembelian yang dinilai cukup menguntungkan. Saat ini, Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sehingga memberi nilai jual yang layak bagi petani.

“Alhamdulillah, dengan harga yang bagus dari Bulog sebesar Rp6.500 per kilogram, petani senang menjual gabahnya,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, selama ini sebagian petani di Kabupaten Sumenep lebih memilih menyimpan gabah hasil panen di rumah untuk kebutuhan sehari-hari. Namun kini, dengan harga yang dinilai baik, mulai terjadi perubahan pola pikir di kalangan petani untuk menjual hasil panennya secara langsung.

“Sebelumnya petani Sumenep lebih senang menyimpan gabahnya untuk kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Pelaksanaan program SERGAP di Kabupaten Sumenep dilakukan melalui sinergi antara Bulog, DKPP Sumenep, dan para penyuluh pertanian. Di lapangan, tim juga melakukan penjemputan gabah langsung ke lokasi sawah menggunakan mobil truk setiap hari, sehingga petani lebih mudah menyalurkan hasil panennya.

Baca Juga:  Waspadai Penyakit DBD !!! Puskesmas Pandian Bersama Perangkat Desa Melakukan Fogging di Ponpes Tarate

Sistem jemput gabah tersebut dinilai efektif dalam mempercepat penyerapan hasil panen sekaligus memberikan pelayanan langsung kepada petani. Dengan potensi panen yang masih besar setelah Lebaran, DKPP Sumenep optimistis target 600 ton pada tahun 2026 dapat tercapai.

Baca Juga:  Tutupi Data Publik, Ketua Gerpas Tuntut Transparansi Disbudporapar Sumenep

Melalui program SERGAP ini, Kabupaten Sumenep dinilai turut mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor pertanian daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (adi/red)**

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu
Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah
Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.
Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran
Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp15 Ribu per Liter: Aktivis Desak Pemkab Sumenep Sikat Mafia dan Pengecer Nakal
Kelangkaan BBM Kian Parah, Pengendara di Sumenep Harus Keliling Cari Bahan Bakar
KSOP Kalianget Buka Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2026, Cetak Generasi Maritim Unggul dan Bersertifikat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 23:48 WIB

Sekjen APSI Sentil SPBU Kolor Sumenep, BBM Subsidi Jangan Sampai Dikuasai Pihak Tertentu

Senin, 7 September 2026 - 09:49 WIB

Inovasi Mahasiswa UA: Selada Tumbuh Subur di Atas Kolam Lele Annuqayah

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:05 WIB

Biaya Produksi Melonjak, Petani Tembakau Pasongsongan Keluhkan Kelangkaan BBM Subsidi.

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:22 WIB

Bappeda Sumenep Perketat Akuntabilitas Kinerja OPD, Pastikan Program Pembangunan Lebih Terukur dan Tepat Sasaran

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:39 WIB

Pesan Muharram dari Arif Firmanto: Bangun Sumenep dengan Spirit Hijrah dan Kebersamaan

Berita Terbaru