GAKI Jatim Meradang, Pertanyakan Tindakan APH

- Editorial Team

Kamis, 18 Juli 2024 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, dapurpos.com/. – Ketua Gugus Anti Korupsi (GAKI) Jatim terus melakukan langkah taktis untuk mengawal pelaporannya terkait peredaran rokok ilegal di Wilayah Madura setelah beberapa hari kemarin melaporkan rokok durno/ilegal ini ke kementerian keuangan dan Direktorat Cukai pusat.

Farid Gaki berkomitmen untuk terus melakukan upaya pemberantasan Rokok Ilegal di Indonesia khusunya di Madura.

“Saya akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mengawal pemberantasan Rokok ilegal ini hingga tuntas,” tuturnya saat ditemui di sela-sela acara kongkow di sebuah cafe di sumenep. Rabu (17/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai menurut Farid sangat merugikan Negara karena disamping tidak membayar bea cukai sebagaimana regulasi juga tidak akan pernah membayar pajak apapun ke Negara.

“Ini kejahatan kerah putih yang luar biasa, makanya pendapatan Negara dari sektor cukai rokok ini menurun drastis ya karena di Garong oleh oknum-oknum produsen rokok ilegal ini,” terang nahkoda GAKI Jatim, Ach. Farid Azziyadi.

Berdasarkan hasil investigasi Farid GAKI menunjukkan adanya kenaikan kekayaan yang fantastis oknum-oknum pengusaha hitam ini dari hasil bisnis rokok ilegal tersebut.

Baca Juga:  PJ Kades Karangnangka Bumkam , Mobil Siaga Desa Berplat Nomer Hitam

“Bayangkan saja mereka memproduksi rokok ilegal setiap hari ribuan dengan omset Milyaran Rupiah itu untuk satu pengusaha saja, sedangkan di sini ada banyak pengusaha rokok ilegal disini (Madura.red),” Jelas Farid Gaki.

Farid juga mencurigai dan menduga kuat telah terjadi tindak pidana pencucian uang sebagaimana UU No 39 tahun 2007 sebagaimana terakhir diubah dengan UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang hal ini dapat dilihat dengan akumulasi kekayaan dari pengusaha rokok yang diduga ilegal itu yang begitu fantastis dan dalam waktu yang relatif sangat dekat.

“Saya curiga dan patut diduga kuat telah terjadi TPPU sebagaimana Pasal 2 ayat 1 dan 2 UU No 8 tahun 2010 ttg Pencegahan dan pemberantasan TPPU,” terang Farid.

 

Baca Juga:  Bupati Sumenep Serahkan 2 Unit Pusling Roda Tiga dan 16 Roda Dua ke Puskesmas se Kabupaten Sumenep

“Akumulasi kekayaan yang fantastis dan dalam waktu yang cukup singkat adalah salah satu hal yang bisa dijadikan piranti kecurigaan itu,” tambah Farid, kemarin saat ditemui di salah satu cafe di Sumenep.

Menurutnya yang perlu diselidiki oleh APH khususnya KPK adalah dengan akumulasi kekayaan yang luar biasa besar di waktu yang cukup singkat itu terindikasi Flexing saja artinya bisnis “legal” nya hanya sebagai modus untuk menampung “Dana Haram” baik dari bisnis ilegalnya sendiri atau bisa juga tempat menampung dari pelaku-pelaku Kejahatan lain misalnya Pejabat Negara yang melakukan Tindak Pidana Korupsi karena menurut Farid hal ini sudah jamak terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Jadi APH harus mulai memelototi Orang-orang tajir yang peningkatan kekayaannya sangat cepat dan tidak wajar, kami curiga ini semacam lumbung tempat menyimpan uang haram dari hasil tindak pidana baik Cukai dan Pajak maupun “Titipan” dari orang lain pejabat-pejabat korup di pusat sana,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya oleh salah satu media online tentang kekayaan salah satu pengusaha rokok di Madura yang begitu fantastis dan menjadi OTB (Orang Tajir Baru) di pulau garam ini dan itu dicurigai dan patut diduga adalah hasil dari usaha bisnis rokok ilegal.

Baca Juga:  Desak Inspektorat Sumenep, GAKI Jatim Berharap Secepatnya Lakukan Investigasi Secara Transparan

Untuk itu ketua GAKI Jatim Ach. Farid Azziyadi menantang aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjuti laporannya, bahkan pihaknya siap mengantar APH ke tempat-tempat dimana para produsen rokok bodong melakukan produksi hingga ke berbagai modus operandinya.

“Kami menantang APH untuk menindak lanjuti laporan kami dan kami akan Mengantar sendiri APH ke tempat-tempat dimana produk rokok ilegal itu diproduksi dan bagaimana modus-modus operandinya,” pungkas Farid

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurpos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya
Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah
Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa
Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi
Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?
Disorot DPRD, Mahasiswa, dan Publik, Sekdes Pagerungan Besar Akhirnya Mundur dari Jabatan Kepala PAUD
Kejari Sumenep Buka Sinyal Baru Kasus Korupsi Logistik KPU, Ekspose Segera Digelar
Menuju Vonis, Kasus Korupsi BSPS Sumenep Masuki Tahap Krusial
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:28 WIB

Kejari Sumenep Kebut Pelimpahan Kasus Korupsi Dana Desa Pragaan Daya

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:55 WIB

Korupsi BSPS Sumenep Memanas, Lima Terdakwa Dituntut Penjara hingga 7 Tahun, Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Senin, 6 Juli 2026 - 13:27 WIB

Babak Penentuan Korupsi BSPS Sumenep, Lima Terdakwa Hadapi Sidang Tuntutan, Publik Tunggu Langkah Jaksa

Senin, 6 Juli 2026 - 13:20 WIB

Sekda Nganjuk Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut, Status Masih Saksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Diduga Gunakan Uang Negara Tanpa Papan Informasi, Siapa Penanggung Jawabnya?

Berita Terbaru