cerah melihat dunia
Beli Tema IniIndeks

Jembatan Penghubung Mandele-Pakondang Akhirnya Diaspal, Aktivis Pertanyakan Keterlambatan

DAPURPOS.COM, SUMENEP – Jembatan yang menghubungkan Desa Mandala dan Pakondang kini terlihat lebih baik setelah dilakukan pengaspalan. Namun, kondisi ini justru menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk Bashori, seorang aktivis pemuda Rubaru, yang menyayangkan keterlambatan proyek tersebut.

“Kenapa baru sekarang jembatan ini diaspal? Pekerjaan sudah selesai tahun 2024, padahal jembatan ini sudah lama digunakan oleh masyarakat. Apakah ini kesalahan perencanaan, pelaksana, ataukah Dinas PUTR Sumenep?” ujar Bashori.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti ketiadaan papan prasasti proyek. Menurutnya, jika pelaksanaan proyek telah mencapai 100 persen, seharusnya ada transparansi terkait pengerjaannya.

“Keterbukaan publik sangat diperlukan agar tidak menimbulkan prasangka buruk dari masyarakat ,Apalagi, anggaran proyek ini berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat,” tambahnya.

Warga sekitar berharap pemerintah dan pihak terkait lebih memperhatikan perencanaan serta pelaksanaan proyek infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat dan transparan.

Sementara media ini berusaha untuk menghubungi pihak pelaksana, perencana, pengawas proyek tersebut tidak mengetahui karena papan prasasti tidak ada. Sedangkan untuk menghubungi dinas terkait masih cuti bersama Idhul fitri.

Baca Juga :  Tim Elang Satlantas Polres Sumenep Berhasil Bubarkan Balap Liar Hingga Jaga Keamanan

Diberitakan sebelumnya, jembatan penghubung desa mandala dan pakondang Kecamatan Rubaru mengakibatkan terjadinya kecelakaan sehingga menimbulkan korban.

Jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Desa Pakondang Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep kembali memakan korban. Dalam sepekan terakhir, telah terjadi dua kecelakaan di lokasi tersebut, yang diduga akibat kondisi jembatan yang tidak layak dan membahayakan pengguna.

Menurut informasi dari warga setempat, kecelakaan pertama menimpa seorang pengendara motor yang terjatuh akibat permukaan jembatan yang licin dan berlubang. Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi ketika sebuah mobil nyaris terguling akibat konstruksi jembatan yang tidak stabil. Beruntung, korban dalam kedua insiden tersebut selamat, meski mengalami luka-luka.

Situasi ini memantik reaksi keras dari para aktivis pemuda Rubaru. Salah satu perwakilan, Basori, menyayangkan lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki jembatan yang telah lama dikeluhkan warga.

“Sudah ada dua kecelakaan, apakah harus menunggu korban jiwa baru ada tindakan? Ini masalah serius! Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi pembangunan jembatan ini. Ada yang keliru dalam perencanaannya, entah dari segi material atau konstruksi,” tegas Basori, Selasa (26/03/25) 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infrastruktur penghubung antar desa seharusnya dibangun dengan standar keamanan yang tinggi, mengingat jembatan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

“Mengaharap secepatnya di lakukan pengaspalan dan berharap semoga bapak camat rubaru juga membantu untuk menyuarakan kepada pihak yang bersangkutan, apabila dalam beberapa hari tidak ad respon positif maka jangan salahkan saya apabila tetap mendasak kepada dinas terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai” Ungkapnya

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan sebelum kejadian serupa terulang. Mereka meminta perbaikan jembatan dilakukan dengan serius agar tidak ada lagi korban akibat kelalaian dalam pembangunan infrastruktur.

Baca Juga :  PB Percasi Sumenep Matangkan Kejuaraan Catur Semadura 2026, Siap Jadi Panggung Besar Pecatur Madura

(jar/man)**