DAPURPOS.COM, JAMBI – Suasana pertemuan resmi antara Kesultanan Melayu Jambi dan Media Jawapes di Kota Jambi, berubah serius ketika KDYMM Sultan Sayid Fuad bin Sayid Abdurrahman Baraghbah menyampaikan kritik tegas terhadap arah kebijakan pemerintah daerah. Dalam kapasitasnya sebagai Sultan Jambi ke-22, ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah telah keluar dari kepentingan masyarakat dan melemahkan nilai-nilai budaya Melayu yang selama ini menjadi identitas utama daerah.
“Banyak kebijakan yang tidak mencerminkan kebutuhan masyarakat. Arah yang menyimpang ini harus dievaluasi, karena berdampak langsung pada terpinggirkannya identitas budaya Melayu,” tegas Sultan Fuad dalam pernyataannya.
Menurut Sultan, peran pemerintah seharusnya memastikan pelestarian budaya, bukan sekadar mengejar agenda pembangunan jangka pendek yang mengabaikan warisan sejarah. Ia menilai komitmen terhadap perlindungan aset budaya dan masyarakat adat masih jauh dari harapan.
“Budaya Melayu Jambi adalah peninggalan leluhur yang memuat nilai, martabat, dan jati diri. Bila kebijakan tidak berpihak pada pelestarian adat, generasi mendatang akan kehilangan pijakan,” ujarnya menambahkan
Sultan Fuad juga mengkritisi arah pembangunan daerah yang ia anggap lebih menguntungkan segelintir pihak. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat tidak boleh dikorbankan demi kepentingan kelompok tertentu.
“Kebijakan publik harus adil. Jika hanya menguntungkan segelintir pihak, itu bukan pembangunan, melainkan ketidakteraturan yang merugikan masyarakat Jambi,” kata Sultan.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan Fuad menegaskan bahwa Kesultanan Jambi Darul Haq akan terus menjalankan peran strategisnya sebagai penjaga adat melalui pendidikan budaya, penguatan struktur adat, dan mediasi sosial.
“Kesultanan harus menjadi tiang masyarakat yang menguatkan solidaritas, menengahi persoalan dengan pendekatan adat, dan menjaga keberagaman yang menjadi kekuatan Jambi,” ujarnya.
Ia juga memastikan pihaknya terus membangun komunikasi dengan seluruh wilayah adat agar masyarakat tetap berada di bawah perlindungan adat dan kultur kesultanan.
“Tidak boleh ada satu pun daerah yang tercecer dari payung Kesultanan Jambi,” tegas Sultan.
Di akhir pertemuan, Sultan Fuad menyampaikan apresiasi atas kehadiran Media Jawapes di Jambi sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas informasi dan memperkuat citra budaya daerah.
“Media adalah penjaga identitas, penguat informasi resmi, dan pembangun citra Kesultanan. Melalui media, budaya terpelihara, masyarakat tersambung, dan kedaulatan budaya-ekonomi semakin teguh,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Redaksi Media Jawapes, Rizal Diansyah Soesanto ST CPLA, menyatakan komitmennya untuk menjadi corong informasi yang berimbang dan berpihak pada kepentingan publik.
“Kami berterima kasih atas penyambutan yang hangat. Jawapes berkomitmen menghadirkan informasi yang tegas, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat Jambi,” ujar Rizal.
Pertemuan ini menjadi momentum penting yang menegaskan kembali posisi Kesultanan Melayu Jambi sebagai penyeimbang arah kebijakan daerah dan penjaga martabat budaya Melayu di era modern.





